Senin, 16 Dec 2019
radarbali
icon featured
Dwipa
Gara-Gara Persoalan Sampah

Viral! Bali Masuk Daftar Destinasi Wisata Tak Layak Dikunjungi di 2020

19 November 2019, 17: 15: 59 WIB | editor : ali mustofa

masalah sampah, pariwisata Bali, Website Fodor, Website Pariwisata Inggris, Badan Promosi Pariwisata, etika pariwisata, pungutan pajak, Bali pulau Sam

LAUTAN SAMPAH : Kondisi Pantai Kedonganan yang sempat mendapat kiriman sampah pada Januari 2019 lalu (Miftahuddin Halim)

Share this      

DENPASAR - Kabar heboh dirilis sebuah website pariwisata asal Amerika Serikat bernama Fodor's Travel.

Website pariwisata dari negara berjuluk Paman Sam ini memasukan Bali sebagai salah satu obyek wisata yang tak layak dikunjungi di tahun 2020 mendatang.

Dalam website tersebut, Fodor's menyebut Bali tidak layak dikunjungi karena masalah sampah.

Sesuai rilis yang ada di Website Fodor's, menyebut Bali memproduksi sampah sebanyak 3.800 ton per hari, dengan 60 persen sampah yang diproduksi juga tidak dikelola dengan baik. 

Bahkan tak hanya sampah, sejumlah alasan lain seperti over tourism,  pungutan pajak USD 10 bagi setiap wisman yang masuk Bali, kekeringan dan masalah etika wisatawan di obyek wisata khususnya tempat suci juga menjadi alasan Fodor's memasukkan Bali dalam daftar destinasi atau tujuan wisata yang tak layak dikunjungi.

Terkait viralnya pemberitaan pariwisata Inggris, Badan Promosi Pariwisata Kabupaten Badung, membantah keras. 

Kepala Badan Promosi Pariwisata Badung, IGN Rai Surya Wijaya menegaskan jika Bali masih menjadi tujuan wisata favorit di tahun 2020 mendatang.

"Saya prihatin dengan pemberitaan itu. Bali masih atraktif untuk dikunjungi," katanya, Selasa (19/11).

Dikatakanya, terkait masalah sampah yang disebutkan Fodor's, saat ini Bali tengah menyiapkan tata pengolahan sampah yang ramah lingkungan.

Pengolahan sampah ini dilakukan di tiap kabupaten yang ada.

Selain itu, Surya Wijaya juga membantah penyebutan over toursm yang disebut oleh website Fodor tersebut.

Dijelaskannya, bahwa saat ini tingkat hunian di Bali rata-rata baru mencapai 65 persen dari jumlah 6 juta kunjungan kunjungan per tahun.

“Artinya kita masih ada kamar tersedia. Karena tingkat hunian baru rata-rata 65 persen. Idealnya Bali masih bisa menampung 9 juta turis," tambahnya.

Demikian juga terkait masalah pungutan pajak sebesar USD 10, hingga aturan etika wisatawan saat ini masih dibahas.

Namun terkait aturan tersebut semata-mata untuk meningjatkan dan menjaga kualitas pelayanan wisatawan yang berkunjung ke Bali.

"Logikanya, kalau wisatawan berenang ke pantai, ya pakai bikini. Kalau ke tempat umum, jangan," tukasnya.

(rb/pra/mar/mus/JPR)

 TOP