Senin, 16 Dec 2019
radarbali
icon featured
Hukum & Kriminal

Senggol Pengendara Honda Depan Kantor PDIP, Warga Dawan Tewas Seketika

20 November 2019, 05: 15: 59 WIB | editor : ali mustofa

laka maut, senggol pemotor, pengendara honda, depan kantor pdip, warga dewan tewas, polres klungkung

Polisi melakukan olah TKP di depan kantor PDIP Gunaksa, Dawan kemarin. Darah tampak masih berceceran di TKP. (Istimewa)

Share this      

SEMARAPURA - Malang nasib Ketut Sarta, 54, asal Desa Gunaksa, Kecamatan Dawan, Klungkung, Selasa (19/11) kemarin.

Niatnya menyalip kendaraan yang berada di depannya menggunakan sepeda motor Yamaha Jupiter DK 3801 AAR berakhir kecelakaan tragis.

Sarta pun terkapar dan meninggal dunia di lokasi kejadian, Jalan Raya Sampalan, tepatnya di depan Kantor PDIP Ranting Gunaksa, Desa Sampalan Klod, Kecamatan Dawan.

Korban Sarta tewas seketika di tempat kejadian perkara setelah helm yang digunakannya untuk melindungi kepala ikut pecah.

Kasatlantas Polres Klungkung AKP Made Teja Dwi Permana menjelaskan, kecelakaan itu bermula ketika Ketut Sarta, 54, yang mengendarai sepeda motor Yamah Jupiter DK 3801 AAR bergerak dari arah barat menuju ke timur.

Sementara dari arah sebaliknya, I Komang Gede Wahyu Krisna Sanjaya, 16 asal Desa Sampalan Tengah, Kecamatan Dawan, Klungkung melaju mengendarai sepeda motor Scoopy DK 4829 MX melaju dari arah timur ke barat.

“Mendekati TKP, pengendara Jupiter mengambil haluan ke selatan as jalan untuk mendahului kendaraan di depannya dan kemudian bersenggolan dengan sepeda motor Scoopy yang dikendarai Sanjaya,” ungkapnya.

Sarta dan Sanjaya pun terjatuh ke aspal. Akibat peristiwa itu, Sanjaya mengalami luka lecet pada pinggang kanan, siku tangan kanan dan kiri sehingga dirawat di Puskesmas Dawan II.

Sementara Sarta mengalami luka terbuka di bawah mata kiri, lecet pada pelipis kiri, pipi kiri, betis kaki kanan, bahu kiri, dagu dan keluar darah pada lubang telinga.

“Sarta mengalami cedera kepala berat (CKB) dan meninggal dunia di TKP,” jelas AKP Made Teja Dwi Permana.

Kanitlaka Satlantas Polres Klungkung Ipda I Gusti Made Mahendra menambahkan Sarta pada saat itu menggunakan helm, namun helm yang digunakan tidak sesuai standart SNI.

Sehingga saat kepalanya membentur aspal, helm yang dia gunakan Sarta pecah dan gagal melindungi kepala Sarta.

“CKB itu karena kepala Sarta terbentur ke aspal dan helmnya pecah,” tandasnya. 

(rb/ayu/mus/JPR)

 TOP