Minggu, 15 Dec 2019
radarbali
icon featured
Hukum & Kriminal

Bobol 8 Brankas Restoran & MC, Sopir Freelance Asal Karangasem Diciduk

20 November 2019, 08: 53: 26 WIB | editor : ali mustofa

brankas restoran, brankas money changer, sopir freelance, sopir diciduk, polsek ubud

Seorang sopir freelance, Gede Mertawan, 30, diamankan polisi karena membobol brangkas di 8 lokasi (Istimewa)

Share this      

GIANYAR – Seorang sopir frelance, Gede Mertawan, 30, asal Karangasem nekat berbuat kejahatan. Dia beraksi membobol brangkas.

Tak tanggung-tanggung, ada 8 lokasi yang menjadi sasarannya. Pelaku memperoleh barang berharga dan uang tunai ratusan juta.

Kapolsek Ubud Kompol Nyoman Nuryana, menyatakan pelaku beraksi menyasar restoran dan money changer (MC) di wilayah Ubud.

Pelaku telah beraksi selama setahun terakhir. “Pemburuan terhadap pelaku ini adalah prioritas kami dalam setahun terakhir.

Sebab, pelaku terbilang aktif melakukan pencurian. Sedikirnya sudah delapan laporan pembobolan brangkas yang kami terima,” ujar Kompol Nuryana kemarin.

Hingga akhirnya, pelaku yang wajahnya sudah teridentifikasi dari beberapa rekaman CCTV, diketahui memang sering melintas dan nongkrong di wilayah Ubud.

Pelaku sehari-hari memang seorang sopir freelance. Penangkapan pelaku itu berawal pada Minggu lalu (17/11), sekitar pukul 09.00.

Tim Opsnal Polsek Ubud yang sedang melaksanakan penyelidikan, melihat pelaku yang sedang melintas mengendarai mobil di simpang Puri Ubud. Tim pun langsung membuntuti pelaku sampai ke Jalan Bisma, Ubud.

Setelah mendapat kesempatan, pelaku langsung dicegat. Polisi juga menggeledah pelaku. Termasuk memeriksa mobil yang dikendarainya.

Saat di interogasi, awalnya pelaku mengelak. Namun, setelah didesak oleh petugas dan ditunjukkan sejumlah bukti, pelaku akhirnya mengaku.

Bahkan, dari hasil interogasi, pelaku mengaku telah beraksi di 8 lokasi kejadian di wilayah Ubud.

“Kami masih melakukan pendalaman dengan menggelar pra rekonstruksi ke sejumlah TKP (Tempat Kejadian Perkara, red).

Sebagai barang bukti awal kami sudah amankan satu unit mobil, sepeda motor dan dua buah gerinda (alat potong, red) yang digunakan pelaku saat beraksi,” jelasnya.

Nuryana menambahkan, pelaku itu beraksi malam hari. “Dia beraksi memakai linggis,” imbuhnya.

Mengenai motif kejahatan, termasuk untuk apa uang hasil kejahatan, polisi masih menggali. “Masih kami periksa,” pungkasnya. 

(rb/dra/mus/JPR)

 TOP