Senin, 16 Dec 2019
radarbali
icon featured
Ekonomi
Saat Buka Rapimnas Kadin di Nusa Dua Bali

Wapres Ma’ruf Amin Dorong Perluasan Usaha Syariah Seperti Wisata Halal

29 November 2019, 14: 15: 59 WIB | editor : ali mustofa

wapres ma'ruf ain, usaha syariah, wisata halal, rapimnas kadin

Wapres Ma'ruf Amin saat memberikan keterangan kepada awak media di Nusa Dua, Jumat siang (Marcel Pampurs/Radar Bali)

Share this      

NUSA DUA - Wakil Presiden Republik Indonesia Ma'ruf Amin mengingatkan tentang pentingnya meningkatkan ekonomi dan pariwisata syariah.

Hal ini disampaikan Wapres Ma’ruf Amin saat memberikan sambutan di acara  Rapimnas Kamar Dagang Indonesia 2019 di Nusa Dua, Jumat (29/11) siang.

Menurut Wapres Ma’ruf Amin, saat ini peran ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia masih jauh dibandingkan dengan keuangan konvensional.

Dia memaparkan bahwa market share perbankan syariah baru mencapai 5,95 % dan keuangan syariah baru mencapai 8,29 %.

"Pemerintahan Jokowi-Amin akan memimpin langsung upaya pengembangan ekonimi dan keuangan syariah melalui Kominte Nasional Meuangan Syariah (KNKS)," ujar Wapres Ma’ruf Amin dihadapan ribuah peserta Rapimnas Kamar Dagang Indonesia. 

Untuk itu ke depannya diharapkan agar perkembangan ekonimi konvesional mampu bersinergi dengan pengembangan ekonomi syariah.

"Agar para pelaku bisnis dan usaha juga diharapkan mulai berbenah dan mampu menangkap peluang ekonomi syariah dengan menggunakan label halal.

Perluasan kegiatan usaha syariah seperti wisata halal, dan kegiatan bisnis lainnya, yang dalam pengelolaanya sejalan dan mendukung konsep ekonim syariah," ujarnya. 

Dilanjutkannya, bahwa peningkatan daya saing usaha dapat diperoleh melalui produktifitas usaha selain pemanfaatan teknologi digital.

Para pelaku usaha juga diharapakan dapat implementasi iklim kerja yang lebih baik dengan cara cepat dan tepat dan dapat memberikan manfaat.

"Diharapkan semua pelaku usaha dan stakeholder yang terlibat di dalamnya optimis dalam menghadapi peluang dan tantangan ke depan walapun kondisi global belum begitu menguntungkan," tandasnya. 

(rb/mar/mus/JPR)

 TOP