Kamis, 23 Jan 2020
radarbali
icon featured
Ekonomi

Panen Rumput Laut di Jembrana Melimpah, Petani Kesulitan Pembeli

05 Desember 2019, 01: 15: 59 WIB | editor : ali mustofa

panen rumput laut, rumput laut, pesisir jembrana, petani rumput laut, kesulitan pembeli

Mansur Ali, nelayan yang nyambi pencari rumput laut bersama istrinya memilah rumput laut (M.Basir/Radar Bali)

Share this      

NEGARA – Musim kemarau membawa berkah bagi warga pesisir Jembrana. Sejak dua bulan terakhir hasil panen rumput laut melimpah.

Seperti di pantai Desa Cupel, Kecamatan Negara, nelayan mendapat tambahan penghasilan dari panen rumput laut yang tumbuh di sepanjang pantai.

Karena bukan khusus budidaya rumput laut, warga masih kesulitan menjual hasil panen rumput laut tersebut.

Rumput laut yang dipanen warga, bukan saja yang terdampar di pantai karena terbawa ombak tetapi yang masih di kedalaman air laut sekitar 10 meter dari bibir pantai.

Jika air laut surut, rumput laut lebih banyak lagi yang bisa dipanen warga. Warga mencari rumput laut untuk mengisi waktu saat tidak melaut untuk mencari tambahan penghasilan.

“Hanya pekerjaan sampingan saja, kalau sehari-hari melaut,” kata Mansur Ali, 60, warga Desa Cupel. Menurutnya, rumput laut yang dipanen tersebut baru muncul sejak dua bulan terakhir.

Musim panas membuat kualitas rumput laut sangat baik dan mudah untuk mengeringkan. “Kalau sudah mulai hujan ngak nyari lagi, bulung-nya busuk,” terangnya.

Rumput laut basah yang bisa dikumpulkan dalam sehari sekitar tiga karung, jika sudah dikeringkan bisa mencapai 10 kilogram.

Dari tiga karung rumput laut selain harus dipilah bagian yang kotor dan bercampur dengan rumput liar rusak. Rumput laut kemudian dikeringkan di sepanjang senderan pantai.

Karena bukan komoditi unggulan Jembrana, rumput laut dari hasil panen warga ini belum banyak dilirik pembeli.

Warga mengandalkan beberapa pengepul yang membeli dengan harga sekitar Rp 6 ribu setiap kilogram rumput laut kering.

Padahal, saat ini rumput laut sedang melimpah dan puluhan warga mencari rumput laut. Jika tidak segera terjual, dikhawatirkan rumput laut rusak.

“Tapi pengepul belinya tidak banyak. Tidak semua rumput laut dibeli,” kata Ayu Fitri, 50, warga lain.

Karena sudah hampir memasuki musim kemarau, maka musim panen rumput laut ini akan segera berakhir.

Pada saat musim hujan, rumput laut selain cepat membusuk juga banyak sampah terutama sampah plastik yang bercampur dengan rumput laut. 

(rb/bas/mus/JPR)

 TOP