Rabu, 22 Jan 2020
radarbali
icon featured
Hukum & Kriminal

Heboh! Oknum Dokter di Gianyar Jadi Calo Operasi Pasien BPJS

Alihkan ke RS Lain, Minta Tambahan Rp 3 Juta

07 Desember 2019, 19: 15: 59 WIB | editor : ali mustofa

oknum dokter, dokter di Gianyar, BPJS Kesehatan, calo operasi, minta uang, alihkan operasi, IDI Bali, Ikatan Dokter Indonesia, Kementerian Kesehatan R

Ilustrasi (Dok. Jawapos.com)

Share this      

GIANYAR-Kabar mengejutkan sekaligus tak sedap menerpa dunia kesehatan di Bali.

Info heboh itu menyusul adanya praktek tak terpuji yang dilakukan oknum dokter di salah satu RS di Kabupaten Gianyar.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bali, ada oknum di RS di Gianyar yang menjadi calo operasi  bagi pasien peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

Terjadi di salah satu rumah sakit di Gianyar, dari informasi sumber modus oknum dokter itu yakni dengan menawarkan pasien dan keluarga pasien yang antre operasi untuk dialihkan ke RS lain.

“Jadi modus oknum (dokter) ini menawarkan pasien atau keluarga pasien untuk mengalihkan tindakan operasi di RS lain,”terang sumber yang mewanti-wanti agar namanya tak dipublikasikan.

Bahkan, meski sama-sama rumah sakit yang menerima pasien peserta BPJS, untuk mengalihkan jadwal dan tindakan operasi, oknum dokter meminta uang tambahan bagi keluarga peserta BPJS Kesehatan sebesar Rp 3 juta per pasien.

“Jadi misalkan di RS A pasien yang antre operasi terdaftar sebagai pasien peserta BPJS, pengalihan di RS B yang ditawarkan dokter  agar bisa dilakukan tindakan operasi lebih cepat juga berstatus sebagai pasien peserta BPJS. Bedanya pasien atau keluarga menambah lagi biaya Rp 3 juta,”tambahnya menjelaskan.

Lalu dikemanakan uang Rp 3 juta itu? Dari penuturan sumber, besaran uang Rp 3 juta itu yang nantinya masuk kantong pribadi oknum dokter.

“Uangnya masuk kantong pribadi. Ini yang membuat dokter lain juga risih dan sedih. Kok ada juga kawan seprofesi yang  tega melakukan perbuatan tak terpuji,”sesalnya.

Lebih lanjut, dengan adanya kasus yang disebut-sebut sudah menjadi rahasia umum di kalangan para dokter ini, pihaknya meminta agar pihak terkait melakukan penyelidikan.

“Harapan kami tentu ada penyelidikan baik itu dari organisasi profesi seperti IDI maupun pihak terkait. Kasihan kan, pasien atau keluarga pasien yang sudah susah karena keluarganya sakit justru jadi korban permainan atau praktek tak terpuji seperti ini,”tukasnya.

(rb/pra/mus/JPR)

 TOP