Rabu, 22 Jan 2020
radarbali
icon featured
Dwipa

Puting Beliung Terjang Munduktemu Pupuan, Rumah & Merajan Rusak Parah

09 Desember 2019, 05: 45: 59 WIB | editor : ali mustofa

musim peralihan, puting beliung, terjang munduktemu, rumah rusak, merajan rusak, polsek pupuan

Salah satu rumah milik warga Desa Munduk Temu yang menjadi korban musibah puting beliung pada Sabtu malam lalu. (Istimewa)

Share this      

TABANAN - Angin puting beliung yang terjadi di Desa Munduktemu, Kecamatan Pupuan, Tabanan, Sabtu (7/12) malam lalu mengakibatkan sejumlah bangunan rusak.

Selain merusak rumah warga, merajan milik warga ikut rusak. Akibat kejadian tersebut, sejumlah warga yanh rumahnya terdampak mengalami kerugian materi hingga puluhan juta rupiah. 

Menurut informasi, musibah puting beliung ini terjadi saat kondisi hujan mengguyur sejumlah wilayah Pupuan pukul 14.00 Sabtu lalu.

Intensitas hujan yang tidak terlalu deras tersebut disertai angin kencang yang berdampak pada beberapa material rumah seperti genteng dan atap seng berterbangan hingga merobohkan salah satu merajan di Desa Munduktemu.

Kondisi itu berlangsung hingga 1,5 jam yang mengakibatkan kerusakan bangunan. “Lumayan kencang anginnya. Sekitar enam bangunan rumah dan satu merajan mengalami kerusakan.

Rata-rata bangunan rumah yang rusak pada bagian atapnya,” tutur salah satu tokoh masyarakat desa Munduktemu, I Nyoman Wintara, kemarin (8/12).

Di antaranya rumah semi permanen milik I Komang Gede Agus Ardika, 24, di Banjar Dinas Anggasari Kaja, Desa Munduktemu, Pupuan, Tabanan berukuran 4x5 meter.

Atap rumah berbahan gedeg milik korban beterbangan sehingga menyebabkan kerugian mencapai Rp1 juta.

Begitu juga dengan rumah berukuran 9x7 meter milik I Kadek Santera, 58, di Banjar Dinas Munduktemu Kaja yang atapnya diterbangkan angin kencang yang menyebabkan kerugian hingga Rp10 juta.

Selain itu, kerusakan pelinggih rong dua milik I Made Sudarya, 45, di Banjar Dinas Munduktemu Kaja juga tak luput dari terjangan angin puting beliung hingga roboh dan menyebabkan kerugian hingga Rp7 juta.

“Untuk warga yang atap rumahnya diterbangkan angin milik salah satu warga lainnya sudah sempat diperbaiki secara gotong royong oleh warga,

tapi karena kasur dan barang-barangnya basah jadi korban menginap sementara di rumah tetangganya," kata Wintara.

Dia berharap, beberapa warga yang rumahnya mengalami kerusakan akibat musibah ini bisa mendapatkan bantuan bedah rumah. 

(rb/zul/mus/JPR)

 TOP