Rabu, 22 Jan 2020
radarbali
icon featured
Ekonomi

Mesin Penyedot Air Rusak, Pasar Badung dan Kumbasari Rawan Banjir

08 Januari 2020, 02: 15: 59 WIB | editor : ali mustofa

mesin penyedot air, mesin penyedot rusak, pasar badung, pasar kumbasari, pasar rawan banjir, pd pasar

Tukad Badung membelah Pasar Kumbasari dan Pasar Badung. Saat musim hujan seperti sekarang, kedua pasar terbesar di Bali ini rawan banjir. (Adrian Suwanto/Radar Bali)

Share this      

DENPASAR - Perubahan cuaca yang terjadi membuat pemerintah daerah harus waspada. Salah satu yang menjadi atensi di Kota Denpasar adalah Pasar Badung dan Kumbasari yang rawan kebanjiran.

Pèrusahaan Daerah (PD) Pasar Kota Denpasar sendri menyebut, selain Pasar Badung dan Kumbasari, yang rawan banjir adalah Pasar Anyar Sari, dan Pasar Sanglah.

Direktur Umum PD Pasar Kota Denpasar, AA Yuliartha menyatakan, Pasar Badung dan Kumbasari berpotensi kebanjiran jika intensitas hujan meningkat dari hulu.

Selain itu, bisa terjadi banjir jika keterlambatan membuka DAM. Yang paling rentan banjir adalah di basement pasar.

"Kami sudah berkoordinasi baik penjajakan dan sebagainya. Bila terjadi bencana, prioritasnya adalah mengamankan lokasi," ucapnya.

Terutama mengamankan pedagang supaya tidak terjadi korban jiwa. Mengimbau pedagang tidak terlalu banyak menaruh barang di lapaknya. Dan juga memisahkan barang yang basah.

"Jangan terlalu penuh barang-barang khususnya Kumbasari lantai satu.  Kami terus berkoordinasi untuk Pasar Badung karena  masih masa pemeliharaan dari kontraktor," ucapnya. 

Yuliartha juga mengakui, mesin penyedot air sempat rusak dan  menjadi kendala. Namun, setelah masuk musim hujan sudah diperbaiki sehingga saat hujan lebat 31 Desember 2019 tidak membuat pasar terbesar di Bali itu kebanjiran.

"Mesin penyedot air sempat tidak berfungsi, tapi sudah diperbaiki dan bisa digunakan lagi,” pungkasnya. 

(rb/feb/mus/JPR)

 TOP