Rabu, 22 Jan 2020
radarbali
icon featured
Features
Cara Unik AKBP Nyoman Suarsika Bayar Kaul

Naik Pangkat Jelang Pensiun, Tak Sangka dari Bintara Jadi AKBP

12 Januari 2020, 16: 44: 26 WIB | editor : ali mustofa

naik pangkat, jelang pensiun, kabagops polres klungkung, akbp nyoman suarsika, bayar kaul, bintara jadi akbp

Kabagops Polres Klungkung AKBP I Nyoman Suarsika (tengah) saat beristirahat di tengah aksi jalan kaki dari Polres Klungkung hingga ke kediamannya di Jalan Merdeka, Desa Kawan, Bangli yang jaraknya 26 kilometer. (Istimewa)

Share this      

Kabagops Polres Klungkung AKBP I Nyoman Suarsika, 58, berjalan kaki dari Polres Klungkung hingga ke kediamannya di Kabupaten Bangli yang jaraknya 26 kilometer, Sabtu (11/1) lalu.

Itu dilakukannya sebagai bentuk syukur dan juga membayar janji atau kaul atas pangkat AKPB yang berhasil dia peroleh jelang memasuki masa pensiun 6 Maret 2020 mendatang.

 

DEWA AYU PITRI ARISANTI, Semarapura

JALAN kaki sejauh 26 km dilakoni Kabagops Polres Klungkung AKBP I Nyoman Suarsika. Aksi itu dia lakoni setelah naik pangkat dari Komisaris Polisi (Kompol) menjadi Ajudan Komisaris Besar Polisi (AKBP), Sabtu (11/1) lalu.

AKBP Suarsika tidak menyangka aksinya berjalan kaki dari Polres Klungkung hingga ke kediamannya di Jalan Merdeka, Desa Kawan, Kecamatan Bangli viral di media sosial.

Aksi berjalan kaki di sepanjang jalan yang kerap dia lintasi dengan kendaraan roda duanya saat berangkat kerja ke Polres Klungkung itu sebagai

bentuk syukur dan juga membayar janji atau kaul atas pangkat AKPB yang diperolehnya. “Sebagai bentuk syukur karena hal yang tidak terbayangkan bisa tercapai. Saya kan dari Bintara,” ujarnya.

Pangkat AKBP yang diperolehnya saat ini, menurutnya, dulu bagaikan mimpi jelang masa pensiunnya tanggal 6 Maret 2020 mendatang.

Hingga akhirnya janji berjalan kaki sepanjang 26 kilometer itu terucap sebagai candaan di depan para anggota Polres Klungkung lainnya.

“Ternyata terpenuhi. Sehingga janji itu saya tepati. Saya tidak berani melanggar (ingkar janji, Red). Apapun risikonya harus saya jalani. Jadi bisa sampai AKBP, luar biasa bagi saya,” katanya.

Sebelum mulai membayar janjinya itu, Sabtu (11/1), dia mengaku melakukan cek kesehatan terlebih dahulu.

Oleh tim medis, dikatakan tensinya agak rendah. Namun secara umum, kondisi tubuhnya normal sehingga dia memutuskan untuk membayar kaul kemarin.

“Saya saat mulai jalan itu, tidak bilang-bilang karena malu nanti ramai. Tapi empat anggota dari Pol Air dan Sabhara tahu sehingga mendampingi saya dan direkam juga,” terang ayah dua orang anak itu sambil tertawa ringan.

Hanya berolahraga ringan setiap hari Sabtu dan usia sudah tidak lagi muda, membuatnya hampir menyerah karena beberapa kali mengalami keram pada kaki saat melakukan aksinya itu.

Namun atas mimpinya yang berhasil terealisasi, membuat dia berusaha menyelesaikan janjinya itu. Meski beberapa kali dia harus beristirahat.

“Awalnya saya lari kecil. Karena sudah tidak muda lagi dan jalan yang menanjak, saya mulai jalan. Kaki sempat keram juga. Syukur semua terlewat,” terangnya.

“Kalau pakai motor rasanya dekat. Ternyata jauh juga kalau jalan kaki. Saya butuh waktu tiga jam lebih untuk sampai di rumah,” imbuhnya.

Sesampainya di rumah, menurutnya keluarga sempat kaget. Sebab keluarganya tidak menyangka janjinya untuk berjalan dari Polres Klungkung hingga ke kediamannya di Bangli itu benar-benar dia realisasikan.

“Saya ingin ini menjadi kenangan juga bagi cucu saya,” ujar kakek dari dua orang cucu itu. Saat memasuki masa pensiun nanti, AKBP Suarsika mengaku ingin beristirahat di rumah sambil menjaga cucu-cucunya.

Lima tahun menjadi Kepala Bagian Operasional, menurutnya cukup menjenuhkan sehingga dia butuh suasana baru saat pensiun nanti. “Anak juga capek lihat saya bekerja terus,” tandasnya. (*)

(rb/ayu/mus/JPR)

 TOP