Rabu, 22 Jan 2020
radarbali
icon featured
Metro Denpasar

Ganggu Pemandangan Puspem Badung, Lumpur Sungai Buatan Disedot

13 Januari 2020, 10: 19: 04 WIB | editor : ali mustofa

sungai buatan, sungai berlumpur, ganggu pemandangan, puspem badung, pupr badung

Air sungai buatan di Puspem Badung berlumpur. Dinas PUPR Badung akhirnya menyedot lumpur sungai buatan itu. (Adrian Suwanto/Radar Bali)

Share this      

MANGUPURA – Akibat cuaca ekstrem hujan lebat membuat sungai buatan atau ring river di areal kompleks Puspem Badung dan berlumpur.

Kini lumpur di sungai buatan tersebut sudah dibersihkan dengan cara disedot oleh satu unit mobil penyedot lumpur dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Badung.

Kepala Dinas PUPR Badung, IB Surya Suamba mengakui pihaknya telah menurunkan timnya untuk melakukan pembersihan lingkar sungai buatan yang keruh berlumpur tersebut.

“Kami sudah bersihkan Sabtu kemarin.  Kami mengerahkan beberapa petugas dengan dibantu satu unit  mobil penyedot lumpur untuk membersihkan

sedimentasi di ring river Puspem Badung. Saat ini kondisi kolam ring river sudah bersih dan dalam kembali,” terang Surya Suamba kemarin.

Ia mengakui, kondisi keruh berlumpur seperti ini memang akan terjadi karena kolam ring river  ini terintegrasi dengan saluran irigasi subak di kawasan Puspem Badung.  

Lumpur pun akan memenuhi kolam jika ada air yang cukup besar datang dari hulu. “Kami akan rutin pantau bersama Bagian Perwat Setkab Badung agar airnya tidak bercampur sampah.

Selain itu juga sudah dipasang jaring penghalau sampah di sejumlah aliran irigasi  sehingga kolam ring river di Puspem Badung ini  bebas dari sampah,” ujar birokrat asal Tabanan.

Seperti diberitakan sebelumnya, sungai buatan  tampak  dipenuhi lumpur, Jumat (10/1). Hal ini diperkirakan pasca hujan yang mengguyur.   

Ring river Puspem Badung memiliki panjang 325 meter dengan kedalaman 1 meter dan lebar 2 meter.

Sungai buatan tersebut dibangun untuk mempercantik kawasan perkantoran. Proyek digarap PT Sanur Jaya dengan biaya Rp 5,4 miliar pada 2018 dan rampung  pada 2019. 

(rb/dwi/mus/JPR)

 TOP