Rabu, 22 Jan 2020
radarbali
icon featured
Bali United
Home Base Bali United di Liga 1 2020

Nasib Ngurah Rai dan Kompyang Sujana Ditentukan Setelah 20 Januari

Paparkan Kesiapan Dipta Jadi Host Piala Dunia

14 Januari 2020, 11: 15: 49 WIB | editor : ali mustofa

bali united, liga 1, piala dunia, stadion ngurah rai, stadion kompyang sujana, gubernur koster, 20 januari

CEO Bali United Yabes Tanuri saat mengecek Stadion Kompyang Sujana beberapa hari lalu (Miftahuddin Halim/Radar Bali)

Share this      

DENPASAR – Sejumlah agenda penting dilakukan owner Bali United Pieter Tanuri dan CEO Yabes Tanuri kemarin.

Salah satunya, keduanya bertemu langsung Gubernur Bali I Wayan Koster di Jaya Sabha. Tujuannya adalah memaparkan progress terkait renovasi dan pencalonan Bali sebagai salah satu host Piala Dunia U-20.

Rencananya, bidding dan rapat akan dilakukan pihak PSSI dengan FIFA pada tanggal 18-19 Januari mendatang.

Baru setelah itu pengumuman enam stadion yang akan dipakai di Piala Dunia U-20 dilakukan pada tanggal 20 Januari.

Selain itu, keduanya juga meminta izin agar bisa merenovasi Stadion Ngurah Rai dan dipakai sebagai home base Bali United di Liga 1 2020 selama Stadion Dipta direnovasi.

Surat peminjaman sudah diserahkan ke KONI Bali oleh Manajemen Bali United dan sudah ditindak lanjuti oleh Koster kemarin. Koster terlihat menyambut baik keinginan tersebut.

“Tadi (kemarin) kami membahas apa saja yang dibutuhkan kalau sampai Bali terpilih sebagai salah satu venue di Piala Dunia U-20.

Semoga ada kabar baiknya apakah terpilih atau tidak. Nanti tanggal 20 sudah ada kabarnya, berdoa saja,” terang CEO Bali United Yabes Tanuri saat diwawancarai kemarin.

Dia mengaku optimis Bali bisa terpilih. “Tetapi sekarang tergantung Yang Diatas (Tuhan Yang Maha Esa) saja,” terangnya.

Selain membahas persiapan Piala Dunia U-20, Yabes dan Pieter juga membahas mengenai apakah akan memakai Stadion Ngurah Rai atau Stadion Kompyang Sujana yang baru saja ditinjau langsung oleh Yabes.

“Sekarang tergantung mau pakai yang mana, harus melihat dulu secara keseluruhan. Kami apakah mau pakai di Kompyang Sujana atau Ngurah Rai.

Setelah tanggal 20 baru bisa ditentukan. Pak Gubernur selanjutnya akan membentuk tim untuk meninjau langsung kelayakan dua stadion tersebut,” terang Yabes.

Bagi Yabes, Kompyang Sujana dan Ngurah Rai memiliki perbedaan yang bisa menjadi komparasi. “Kami harus melihat traffic karena setiap weekend ada pertandingan.

Kalau melihat secara keseluruhan, Stadion Ngurah Rai lebih besar dari Kompyang Sujana. Nanti lihat progress seperti apa,” tutupnya. 

(rb/lit/mus/JPR)

 TOP