Rabu, 22 Jan 2020
radarbali
icon featured
Hukum & Kriminal

Cabuli ABG Setelah Cekoki Film Odor-odor, Leong Bikin Pengakuan Aneh

15 Januari 2020, 06: 25: 52 WIB | editor : ali mustofa

kasus pencabulan, cabuli abg, cekoki film, film odor-odor, pekak leong, pengakuan aneh, polsek seririt, polres buleleng

Putu Suardana alias Leong pekak (kakek) tersangka persetubuhan anak dibawah umur ketika digelandang di halaman Mapolres Buleleng. (Juliadi/Radar Bali)

Share this      

SINGARAJA – Sungguh sangat tidak manusiawi apa yang dilakukan pekak (kakek) 64 tahun, tersangka persetubuhan anak dibawah umur yang terjadi di Desa Mayong, Seririt, Buleleng.

Betapa tidak, Putu Suardana alias Leong melakukan pencabulan terhadap korban yang masih berusia 12 tahun yang merupakan tetangganya sendiri secara berulang kali.

Celakanya, saat tersangka Leong digelandang ke Mapolres Buleleng, tidak ada tampak rasa malu dan penyelesalan atas apa yang diperbuat kepada korban.

Sambil berjalan, Leong mengacungkan jempol sambil cengegesan. Leong mengaku meski memiliki istri dan sudah puluhan tahun menikah, namun tak pernah dikaruniai keturunan.

“Saya punya istri satu, tapi saya tidak memiliki anak,” kata Leong. Dari dulu, Leong kenal dengan korban yang masih duduk di di bangku Sekolah Dasar.

Korban tinggal sendiri dan terlantar. Leong mengungkapkan pernah berbicara jujur dengan korban. Kalau dirinya suka sama korban.

Leong juga berjanji kepada korban setelah tamat sekolah akan mengajak korban menikah. “Saya lihat dia korban anak terlantar dalam kehidupan sehari-hari. Maksudnya saya prihatin dengan korban.

Dia (korban) sering meminta ini meminta itu. Bahkan korban saya kasih makan di rumah. Kadang juga korban menginep, nonton TV di rumah,” ungkap Leong.

Selama melakukan hubungan diakui Leong tidak sadar jika korban adalah anak dibawah umur. “Saya tidak tahu, apa yang bisa membuat saya seperti itu,” aku Leong atas perbuatan yang tidak senonoh dilakukan terhadap korban.

Leong menyebut melakukan hubungan badan dengan korban dalam kondisi rumah korban sepi. “Tidak setiap hari saya lakukan.

Seminggu lebih baru saya ajak main dan itu saya sudah lakukan lima kali,” aku Leong. Yang menarik, versi polisi, persetubuhan dilakukan setelah tersangka mencekoki korban dengan film dewasa.

(rb/jul/mus/JPR)

 TOP