Kamis, 27 Feb 2020
radarbali
icon featured
Dwipa

Jalan di Jembrana Banyak Rusak, Diprotes, [Lalu] Hanya Ditambal Sulam

17 Januari 2020, 22: 15: 59 WIB | editor : ali mustofa

jalan rusak, Pemkab Jembrana, tambal sulam, diprotes warga, Dinas PUPR Jembrana,

Salah satu kondisi jalan di Jembrana yang rusak dan hanya dilakukan tambal sulam (M.Basir)

Share this      

NEGARA – Sejumlah ruas jalan di Jembrana masih banyak yang rusak.

Sayangnya, meski banyak yang rusak, tidak semua jalan yang diperbaiki dengan maksimal, dan hanya dilakukan tambal sulam.

Seperti Jalan Matahari penghubung Desa Kaliakah dan Kelurahan baler Bale Agung, Kecamatan Negara.

Kerusakan jalan sejak beberapa tahun terakhir dikeluhkan alias diprotes warga sudah ditangani dengan perbaikan.

Menurut informasi, perbaikan jalan dilakukan pada tahun 2018 lalu, namun hanya dilakukan dengan menambal bagian aspal yang rusak. Karena tambal sulam jalan yang rusak dengan beton, masih ada kerusakan jalan di beberapa titik. Bahkan beton untuk menambal sudah rusak.

Jalan penghubung kelurahan dan Desa tersebut, merupakan aset jalan pemerintah kabupaten Jembrana, sehingga kewenangan melakukan perbaikan adalah pemerintah kabupaten.

Perbaikan jalan memang hanya dilakukan dengan menambal aspal yang rusak dengan beton. “Kewenangan kabupaten memperbaiki, bukan pemerintah desa,” kata Perbekel Desa Kaliakah I Made Bagiarta, kemarin (17/1).

Kewenangan pemerintah desa hanya pada perbaikan atau peningkatan jalan aset desa, umumnya gang-gang di desa.

Sedangkan jalan di desa yang di hotmix meski jalan kecil, merupakan jalan kabupaten Jembrana. “Meski perbaikan dengan beton bukan aset desa, tidak tahu kebijakan pemerintah kabupaten,” ungkapnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman I Wayan Darwin saat dikonfirmasi melalui telepon mengenai perbaikan jalan yang hanya tambal sulam belum memberikan jawaban.

Sebelumnya, kepala dinas mengungkapkan bahwa dari total 1.075 kilometer panjang jalan Kabupaten di Jembrana, 29 persen-nya atau 312,76 kilometer mengalami kerusakan.

Tingkat kerusakan itu sebagian besar tergolong rusak berat yakni 266,56 kilometer.

Perbaikan jalan dianggarkan setiap tahunnya khususnya untuk jalan yang mengalami rusak berat.

Tahun ini, perbaikan jalan Kabupaten sepanjang 31 kilometer. Sebagian anggaran merupakan Dana Alokasi Khusus (DAK) dan sebagian lagi berasal dari APBD Kabupaten. 

(rb/bas/pra/mus/JPR)

 TOP