Sabtu, 22 Feb 2020
radarbali
icon featured
Ekonomi

Trading Forex, Judi atau Bisnis Menjanjikan?

23 Januari 2020, 06: 45: 59 WIB | editor : ali mustofa

trading forex, bisnis menjanjikan, judi trading, indotrader academy

Ilustrasi (Istimewa)

Share this      

DENPASAR - Citra bisnis trading forex cenderung negatif di mata masyarakat. Tak sedikit orang yang justru menderita kerugian besar akibat “coba-coba” melakoninya.

Ingin mencoba bisnis trading forex tapi takut menaruh modal atau kena tipu? Indotrader Academy siap membantu Anda.

Akademi yang berlokasi di Jalan Raya Puputan Renon No. 106, Denpasar itu siap membimbing Anda menjadi professional forex trader.

Bersama coach dan professional traders, Indotrader Academy memiliki misi menjadikan trading forex sebagai lifestyle yang menyenangkan sekaligus mencetak entrepreneur professional forex trader dengan moto “trading lebih pintar”.

Managing Director Indotrader Academy PT Maha Indra Investama, Agus Ega Indra Jaya, menjelaskan, foreign exchange trading atau forex adalah proses jual beli mata uang di pasar internasional yang terjadi setiap detik.

Seorang forex trader adalah individu yang mendapatkan keuntungan dari selisih naik atau turunnya nilai suatu mata uang terhadap mata uang lainnya.

“Mendapatkan keuntungan transaksi atas pembelian dan penjualan mata uang dengan laptop serta smartphone dari kenyamanan rumah dan keluarga adalah masa depan dalam mencapai financial freedom,” ucapnya.

Trading Forex, Judi atau Bisnis Menjanjikan? Ega menjawab trading sama dengan judi kalau dilakoni hanya berbekal feeling (perasaan, red), kleteg bayu, atau dijalankan tanpa analisa dan bisnis plan atau trading plan.

Jika ditanya apakah seseorang bisa untung 100 persen di bisnis trading dalam sebulan? Ega menjawab benar, namun dengan risiko yang sama besarnya.

Kondisi inilah yang membuat trading diidentikan dengan judi. “Kenapa paradigma yang berkembang di masyarakat trading itu judi karena memang benar bisa digunakan untuk itu.

Kalau seorang trader tidak memiliki pemahaman, trading plan, strategi, dan analisa yang cukup serta benar, maka forex trading sama dengan judi,” tegasnya. 

Apakah professional trader selalu untung? Ega menjawab tidak. Yang pasti pengalaman, trading plan, analisa yang dimiliki oleh seorang professional trader membuat probabilitas kemenangan lebih tinggi dibandingkan kekalahan.

“Market trading sangat besar. Perputarannya mencapai USD 4 trilyun per hari. Trader sering berpikir market bergerak sesuai keinginannya.

Padahal kalau boleh jujur, pemain kecil diibaratkan sebagai debu dalam bisnis ini. Jadi, jika kita menjadikan trading sebagai judi dia bisa menjadi arena judi.

Tapi, jika kita menjadikannya sebagai mata pencaharian dengan espektasi profit yang masuk akal, trading bisa dijalankan secara professional,” tandas Ega.

Profit yang masuk akal, jelasnya berkisar antara 5-15 persen per bulan dengan risiko yang sudah sangat kecil.

Indotrader Academy, jelasnya, menawarkan pemahaman tentang forex trading. Fakta menunjukkan banyak orang langsung terjun menjalankan bisnis trading tanpa dibekali pemahaman dasar yang mumpuni.

“Forex dilindungi oleh negara lewat Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti). Legal. Bayar pajak di depan.

Kita menang tidak kena potong pajak. Sebaliknya, kalau rugi tidak ada yang menanggung. Pemahaman ini yang kami berikan di Indotrader Academy,” ungkapnya.

Potensi atau keuntungan menjadi professional trader juga dipupuk sedemikian rupa. Ega menjelaskan jika dijalankan secara profesional, dengan margin yang tak muluk-muluk alias rasional, dalam setahun seorang trader digaransi meraih keuntungan.

“Kami juga mengajak siswa berlatih menganalisa pasar. Ada yang namanya tehnikal atau teknis dan fundamental, yakni melihat kondisi suatu negara berlawanan dengan negara lainnya,” ulasnya.

Lebih lanjut, Ega menyebut feeling tidak dikenal di Indotrader Academy. Seluruh keputusan yang diambil oleh seorang trader semua berdasar analisa.

Analisa di sini berperan sebagai filter atau saringan. “Kalau kita menjalankan trading dengan profesional, maka harus disadari bahwa risiko trading ada di depan. Orang yang tidak belajar

dominan gegabah dalam pengambilan keputusan. Dia masang dan saat hasilnya tidak sesuai dengan keinginan mereka panik. Panik ini merupakan pintu masuk kegagalan,” pungkasnya.

Di Indotrader Academy, Ega menyebut setiap trader menggunakan stop loss. Hal ini memungkinkan trader menakar kerugian sesuai dengan modal yang dimiliki.

“Dalam bisnis trading, profit yang didapat tidak terbatas. Satu-satunya hal yang kita tahu dalam trading adalah jumlah modal. Naik turun market kita tidak tahu.

Besok, Amerika akan ngebom lagi kita juga tidak tahu. Besok, Inggris ikut Brexit, kita tidak tahu. Menurut kami di Indotrader Academy, forex trading ditentukan oleh 40 persen tehnikal 60 persen mental.

Dalam pengambilan keputusan trading, mental yang menentukan seseorang untung atau rugi total,” ungkapnya.

Mental dimaksud sambung Ega antara lain mental serakah dan mental ketakutan. Karena dua hal ini tidak terkontrol, maka stop loss diabaikan.

Dalam banyak kasus, trader sering tidak disiplin dengan batas kerugian yang dia pasang di depan. Ujung-ujungnya, kerugian yang didapat. Oleh sebab itu, mental menjadi fokus pendidikan di Indotrader Academy.

Ega menambahkan, Indotrader Academy dibuat oleh professional trader dan master coach yang sudah berpengalaman 10 tahun dalam dunia trading.

“Kami melatih para professional trader untuk dapat menciptakan trading sistem sendiri berdasarkan kepercayaan trader itu sendiri.

Dengan pengalaman mentor dan senior trading yang sudah fulltime trader, kami membuat support system yang akan membantu

Anda menjadi professional trader,” tegas pria yang juga menjabat sebagai Ketua Sapma Pemuda Pancasila Provinsi Bali. (adv)

(rb/ken/mus/JPR)

 TOP