Kamis, 27 Feb 2020
radarbali
icon featured
Travelling

Geser China, Turis Australia Paling Banyak Liburan ke Bali

24 Januari 2020, 05: 45: 59 WIB | editor : ali mustofa

geser china, turis australia, liburan ke bali, bandara ngurah rai, pariwisata bali

Lalulintas pesawat di Bandara Ngurah Rai (Miftahuddin Halim/Radar Bali)

Share this      

MANGUPURA – Turis Australia masih mendominasi kunjungan wisatawan mancanegara sepanjang tahun 2019.

Berdasar data statistik yang dihimpun sejak bulan Januari hingga Desember 2019, tercatat sebanyak 6.298.852 wisatawan dari seluruh dunia datang ke Bali melalui jalur udara.

Jika dibandingkan dengan periode pencatatan di tahun 2018 lalu, tercatat sebanyak 6.127.437 wisatawan mancanegara

yang dilayani Bandara Ngurah Rai, maka di tahun 2019 ini didapatkan angka pertumbuhan sebanyak 171.415 jiwa, atau tumbuh sebesar 3 persen.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, China sudah tidak lagi menduduki urutan pertama negara penyumbang wisatawan terbanyak yang datang ke Bali melalui Bandara Ngurah Rai.

Selama pencatatan tahun 2019, wisatawan Australia tercatat mengungguli jumlah wisatawan asal Negeri Tirai Bambu China.

“Untuk tahun 2019, jumlah wisatawan berpaspor Australia yang kami layani sebanyak total 1.230.133, mengungguli turis asal China, dengan jumlah sebanyak 1.196.497 jiwa.

Ada selisih sekitar 33 ribu jiwa. Sementara posisi ketiga masih ditempati oleh wisatawan asal India dengan jumlah 377.543 wisatawan,” ujar GM PAP I Bandara Ngurah Rai Herry A.Y.Sikado.

Dibandingkan dengan jumlah kunjungan di tahun 2018, wisatawan asal Australia tumbuh sebesar 4 persen di tahun 2019 ini.

Pun demikian dengan jumlah kedatangan wisatawan berpaspor India, yang mengalami pertumbuhan sebesar 6 persen.

Berbeda dengan kedua negara tersebut, jumlah kedatangan turis asal China mengalami penurunan yang cukup drastis, yakni sebesar 15 persen.

“Jika di tahun 2018 lalu jumlah wisatawan China yang kami layani berjumlah 1.380.687 jiwa, di tahun 2019 ini kami mencatat

1.230.133 wisatawan China yang datang ke Bali melalui bandar udara kami. Turun sebesar 15 persen. Cukup drastis,” pungkasnya.

(rb/dwi/mus/JPR)

 TOP