Jumat, 21 Feb 2020
radarbali
icon featured
Hukum & Kriminal

PARAH! Anggota Baru Geng Donki Wajib Jalani Tes Fisik dan Keberanian

25 Januari 2020, 08: 36: 36 WIB | editor : ali mustofa

parah, geng donki, anggota baru, jalani tes fisik, tes keberanian, kartu anggota, polresta denpasar

Kapolresta Denpasar Kombes Ruddi Setiawan menunjukkan kartu anggota Geng Donki kemarin (Adrian Suwanto/Radar Bali)

Share this      

DENPASAR – Belasan anggota geng Donki yang mayoritas masih berstatus pelajar SMP dan SMA di Kota Denpasar resmi ditahan di Polresta Denpasar karena kasus pembegalan.

Setidaknya ada 14 orang yang resmi ditahan apparat kepolisian. Di luar mereka, apparat kepolisian masih memburu anggota geng Donki lain yang masih berkeliaran di luar.

Yang menarik banyak fakta baru terungkap. Geng Donki ternyata hanya merekrut pelajar sebagai anggotanya. Minimal putus sekolah.

Bahkan beberapa pelajar anggota geng ini juga terlihat sudah memiliki tato di beberapa bagian tubuh mereka.

Nah, untuk bisa masuk sebagai anggota geng mereka harus diseleksi terlebih dahulu oleh anggota geng senior.

"Jadk rekrutmennya harus dites keberanian dan fisik," terang Kapolresta Denpasar Kombes Ruddi Setiawan di Polresta Denpasar kemarin.

Yang mengagetkan, meski masih ABG, mereka punya markas di Denpasar. Dan kini, geng Donki memiliki puluhan anggota yang sebagian besar adalah pelajar di bawah umur.

Jika sudah lolos dari seleksi yang dilakukan oleh ketua geng dan senior, para anak baru ini kemudian resmi sebagai anggota tetap.

"Mereka memiliki kartu anggota sendiri," terang Kombes Ruddi. Meski masih di bawah umur, namun mereka sudah melakukan tindak kriminal seperti begal.

Setidaknya hingga saat ini mereka mengaku sudah melakukan pembegalan di lima lokasi di Denpasar. Sekali beraksi, mereka berhasil meraup untung minimal Rp 700 ribu.

"Uang tersebut dibagi-bagikan sesama kelompoknya tadi itu. Ada juga yang dipakai untuk membeli minuman keras," ujarnya.

Kombes Ruddi berharap peran serta pihak keluarga, sekolah dan pemerintah dalam menangani aksi premanisme yang melibatkan pelajar ini. 

"Kami mengharapkan peran serta dari pemerintah dan peran serta dari orang tua dan guru, mari kita sama-sama untuk menjaga generasi muda kita sampai gerasi muda kita terlibat kriminal," tandas perwira dengan melati tiga di pundak ini.

(rb/mar/mus/JPR)

 TOP