Sabtu, 22 Feb 2020
radarbali
icon featured
Travelling

Isu Virus Corona Merebak, Bali Welcome dengan Turis Tiongkok

25 Januari 2020, 14: 57: 56 WIB | editor : ali mustofa

virus corona, virus merebak, pariwisata bali, turis tiongkok, bali welcome, dispar bali

Turis Tiongkok saat berkunjung ke Monumen Bajra Sandhi, Renon, Denpasar. (Adrian Suwanto/Radar Bali)

Share this      

DENPASAR – Merebaknya virus Corona yang terdeteksi di Provinsi Wuhan, Tiongkok memaksa Pemerintah Thailand bertindak tegas dengan membatasi wisatawan dari negeri Tirai Bambu.

Tapi, langkah serupa tidak dilakukan pemerintah Indonesia, terutama Bali. Sampai saat ini Kepala Dinas Pariwisata Bali, Putu Astawa mengaku belum mengambil langkah tersebut.

Ia mengatakan pihaknya masih menyambut wisatawan Tiongkok, apalagi nanti akan ada Festival Kintamani yang banyak mendokumentasikan akulturasi budaya Bali dan Tiongkok.

Hanya saja, Ia mengaku pihaknya tetap waspada dengan memasang alat pendeteksi dini tersebut, serta menurunkan personel untuk memeriksa wisatawan yang dicurigai.

“Kami nanti akan pantau langsung di bandara, dan akan memeriksa langsung wisatawan yang dicurigai suspect virus tersebut, jika mereka berkenan,” ujar Astawa.

Disisi lain, Ketua Gabungan Industri Pariwisata Bali Ida Bagus Agung Partha Adnyana mengatakan sudah bertemu dengan Konsul Jenderal Tiongkok di Denpasar.

Ia mengaku bahwa pihak konjen sangat mendukung langkah-langkah yang diambil oleh Pemerintah Provinsi Bali bekerjasama dengan pelaku pariwisata.

Bahkan Partha Adnyana mengatakan, Konjen Tiongkok tidak masalah jika ada pembatasan wisatawan dari negaranya ke Bali

“Mereka tidak masalah dan mengerti jika kita membatasi wisatawan Tiongkok ke Bali jika masalah virus corona ini semakin besar dan luas seperti virus SARS dulu.

Apalagi sebentar lagi adalah libur Imlek, banyak wisatawan Tiongkok yang akan berkunjung ke Bali. Namun, semoga hal itu tidak sampai terjadi,” jelasnya.

Karena bagaimana pun market wisatawan Bali tidak hanya Tiongkok saja. Industri pariwisata dalam hal ini juga harus berpikir panjang demi kepentingan pariwisata Bali ke depan.

“Kami tidak ingin karena masalah ini, banyak wisatawan dari luar Tiongkok yang enggan berkunjung ke Bali,” tandasnya.

(rb/ara/mus/JPR)

 TOP