Sabtu, 22 Feb 2020
radarbali
icon featured
Politika
Pilkada Jembrana 2020

Koalisi Jembrana Maju Deklarasi, Kritik Kinerja Petahana

Minta Kandidat yang Tidak Terpilih Legawa

28 Januari 2020, 15: 45: 59 WIB | editor : ali mustofa

pilkada jembrana, pilkada 2020, koalisi jembrana maju, kjm deklarasi, kritik kinerja petahana

Deklarasi koalisi tujuh partai politik dan pengenalan bakal calon Bupati Jembrana kemarin. (M.Basir/Radar Bali)

Share this      

NEGARA - Suhu politik jelang Pilkada Jembrana mulai memanas. Tujuh partai politik sepakat koalisi dan mengusung bakal calon bupati dan wakil bupati, Senin (27/1) kemarin.

Elite partai politik dari Koalisi Jembrana Maju (KJM) secara terbuka mengkritik pemerintah kabupaten Jembrana selama 10 tahun terakhir yang dinilai tidak ada kemajuan, bahkan terkesan mundur.

Karena sebelumnya Jembrana pernah mencapai puncak kemajuan sehingga dikenal hingga tingkat nasional, namun sekarang Jembrana kalah maju dengan kabupaten lain.

Kritik tersebut disampaikan semua ketua partai politik anggota koalisi saat memberikan sambutan.

Pernyataan lebih menohok disampaikan ketua DPC Partai Gerindra Jembrana I Kade Darma Susila yang menyoroti pembangunan Jembrana selama 10 tahun ini.

Menurutnya, terbentuknya koalisi ini tidak mudah karena harus memadukan tujuh partai dengan banyak perbedaan, karena dengan harapan sama untuk perubahan Jembrana lebih maju sehingga terwujud koalisi.

"Kalau kita bicara berkembang, karena negara berkembang negara yang belum maju. Kami harapkan Jembrana lebih maju, inilah yang menjadi spirit kami mencari putra putri Jembrana yang siam untuk mengabdi memajukan Jembrana," ungkapnya.

Bakal calon yang dikenalkan kemarin, diminta untuk legawa apabila nantinya tidak dipilih sebagai calon bupati dan wakil bupati yang akan diusung partai koalisi.

Bakal calon yang tidak terpilih diminta komitmennya untuk tetap mendukung dan memenangkan calon yang akan diusung untuk perubahan Jembrana.

Senada diungkapkan ketua DPC Partai Demokrat Wayan Wardana yang menyebutkan bahwa pada Pilkada Jembrana tahun ini jauh berbeda dengan Pilkada 2015 lalu.

Saat itu minim calon bupati dan wakil bupati penantang petahana, sehingga dibuat calon penantang agar tidak melawan petahana.

“Sekarang saya melihat, setelah 10 tahun berlalu banyak masyarakat Jembrana yang peduli dengan daerahnya tidak maju dengan daerah lain, terlihat banyaknya bakal calon,” ungkapnya.

Ketua partai politik anggota koalisi lainnya, seperti Nasdem, Perindo, PKS dan PPP juga menyampaikan pandangannya mengenai koalisi dan pasangan calon bupati yang nantinya akan bertarung head to head dengan calon dari PDIP.

Bahkan PPP, secara terbuka menyatakan dukungan pada I Nengah Tamba sebagai calon bupati. Plt Ketua DPD Partai Golkar Jembrana I Made Suardana yang juga koordinator koalisi mengatakan,

terbentuknya koalisi tujuh partai ini karena ada harapan untuk perubahan dan membangun Jembrana lebih maju. 

Setelah deklarasi ini, menyerahkan sepenuhnya pada panitia seleksi untuk menyeleksi bakal calon yang mendaftar dari partai koalisi.

“Semua bakal calon saya minta menghormati yang menjadi keputusan tim seleksi untuk mendapat rekomendasi dari partai koalisi Jembrana maju,” bebernya.

Sebanyak 9 orang dikenalkan saat deklarasi. Yakni tiga bakal calon bupati I Nengah Tamba, Ketut Widastra dan I Made Prihenjagat.

Sedangkan bakal calon wakil bupati I Made Dwi Masti, I Komang Adiyasa, Nasrun, I Gede Budi Sentosa, I Made Hendra Winata dan I Nengah Nurlaba.

9 orang yang sudah mendaftar di masing-masing partai koalisi ini akan diseleksi untuk dipilih satu pasang calon yang akan mendapat rekomendasi sebagai pasangan calon bupati dan wakil bupati Jembrana. 

(rb/bas/mus/JPR)

 TOP