Selasa, 25 Feb 2020
radarbali
icon featured
Dwipa

RIP! Tertimpa Pohon Santen, Pelajar TK Tewas, Ayah & Kakak Luka Berat

11 Februari 2020, 05: 15: 59 WIB | editor : ali mustofa

rest in peace, tertimpa pohon santen, pelajar tk tewas, ayah dan kakak luka, luka berat, bpbd karangasem

Korban Nyoman Suartama masih dirawat di RS Sanglah lantaran mengalami luka cukup parah akibat tertimpa pohon tumbang. Sementara anak kandungnya Nyoman Sukmayasa meninggal dunia pascatertimpa pohon. (Istimewa)

Share this      

AMLAPURA - Hujan lebat yang terjadi belakangan ini kerap membuat pohon bertumbangan. Kali ini kejadian di Karangasem bahkan sampai makan korban jiwa.

Kejadian tragis itu dialami Nyoman Sukmayasa. Pelajar Taman Kanak-kanak (TK) itu meninggal dunia setelah tertimpa pohon santen yang tumbang di jalanan Banjar Dinas Beluhu, Seraya Tengah, Karangasem, Minggu (9/2) lalu.

Menurut informasi, kejadian nahas itu bermula ketika ayah korban I Nyoman Suartama membonceng korban I Nyoman Sukmayasa dan anaknya yang lain I Gede Suastika.

Saat kejadian, hujan turun sangat lebat disertai dengan angin kencang. Saat melintas di TKP, tiba-tiba pohon santen yang berdiri di pinggir jalan tumbang dan mengenai pasangan bapak-anak ini.

“Petugas BPBD Karangasem dibantu warga segera melakukan evakuasi,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Karanghasem Ida Ketut Arimbawa kemarin.

Ketiga korban segera dilarikan ke RSUD Amlapura. Namun, karena lukanya sangat parah, ketiganya dirujuk ke RSUP Sanglah.

Tapi, takdir berkata lain. Senin (10/2) kemarin, korban I Nyoman Sukmayasa dinyatakan meninggal dunia. “Kepala korban mengalami luka parah setelah tertimpa batang pohon,” beber Arimbawa.

Kondisi Suartama tidak kalah tragis. Akibat tertimpa pohon, leher korban patah dan harus di gips sementara waktu.

“Sementara kakak korban meninggal Gede Suastika yang duduk dibangku SD diperbolehkan pulang karena kondisinya sudah stabil,” bebernya.

Jenazah Sukmayasa kemarin langsung dibawa ke rumah duka dari RSUP Sanglah di Banjar Dinas Kangin, Desa Seraya Timur, Karangasem.

Jenazah korban langsung dikubur di setra desa setempat. “Sementara kami masih melakukan assessment agar almarhum mendapat bantuan dari Pemkab Karangasem maupun Pemprov Bali,” tandasnya.

Sebagaimana diketahui, korban meninggal dunia mendapatkan bantuan Rp 15 juta. Sementara yang cacat mendapat bantuan Rp 10 juta.

(rb/tra/mus/JPR)

 TOP