Selasa, 25 Feb 2020
radarbali
icon featured
Metro Denpasar

Masa Inkubasi Lewat, Cok Ace Bantah Bali Terpapar Corona dari WN Cina

14 Februari 2020, 06: 15: 59 WIB | editor : ali mustofa

masa inkubasi lewat, wagub cok ace, virus corona, wn cina, bantah terpapar corona, dinkes bali

Suasana simulasi penanganan pasien terpapar virus corona di RSUP Sanglah beberapa hari lalu (Wayan Widyantara/Radar Bali)

Share this      

DENPASAR – Kabar seorang warga Provinsi Anhui, Tiongkok yang terjangkit virus corona usai berlibur ke Bali mendapat tanggapan Pemerintah Provinsi Bali.

Sebagaimana diberitakan media Tiongkok, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Huainan menyatakan, Jin terbang berangkat ke Bali dari Wuhan dan kembali dari Bali dengan tujuan Shanghai.

Ada indikasi WN Tiongkok ini telah menyebarkan virus corona di Bali. Namun, kabar tersebut dibantah langsung Wagub Bali Tjokorda Oka  Artha Ardhana alias Cok Ace.

Menurut Wagub Cok, kalau melihat hari, dihitung per kemarin, berarti masa kunjungan WN Tiongkok, Jin, ke Bali sudah melewati masa dua minggu. Sudah melewati masa inkubasi.

"Mudah mudahan tidak terjadi (virus corona menyebar di Bali). Karena kalau ada yang terinfeksi seharusnya sudah kelihatan," ucap Wagub Cok Ace.

Hal tersebut diperkuat oleh pernyataan Kadis Kesehatan Provinsi Bali dr Ketut Suarjaya. Dia mengatakan, sampai saat ini tidak ada satupun kasus positif corona di Bali.

Dari 14 sampel yang diuji di laboratorium di Jakarta, semuanya negative. Dia juga menegaskan, informasi yang menyebutkan turis Tiongkok positif corona usai berlibur ke Bali, juga tidak benar.

Sebab, masa inkubasi virus corona adalah selama  3 sampai 7 hari. Sedangkan WNA tersebut terinfeksi virus corona pada 5 Februari, jadi 8 hari setelah meninggalkan Bali. 

“Menurut asumsi, perhitungan masa inkubasi 3 sampai 7 hari. Tapi, ini sudah hari ke 16 terhitung sejak 28 Januari. Masa terpanjang inkubasi adalah 14 hari.

Jadi, kesimpulan kami, turis itu tidak terpapar corona di Bali. Tidak ada orang di Bali yang terpapar corona. Kemungkinan terpapar di China,” bebernya.

(rb/feb/mus/JPR)

 TOP