Selasa, 25 Feb 2020
radarbali
icon featured
Hukum & Kriminal

Kasus OTT Preman Pasar Jalan di Tempat, Pedagang Minta Polda Turun

14 Februari 2020, 14: 15: 59 WIB | editor : ali mustofa

kasus ott, ott preman pasar, pasar senggol payangan, pedagang pasar, polda bali

Aksi terduga preman pasar saat memungut dana dari para pedagang pasar. (dok.radarbali)

Share this      

DENPASAR - Pernyataan Kapolres Gianyar dan AKBP Dewa Adnyana dan Perbekel Melinggih terpilih, I Nyoman Surata menuai bantahan sejumlah pedagang Pasar Senggol Payangan.

Apalagi sejauh ini terduga preman pasar I Kasna tidak ditahan. Aliran dana pun belum terungkap sehingga

proses hukum preman pasar di Polres Gianyar terkesan jalan di tempat.

Justru Nyoman Surata terkesan membela Kasna. Karena itu pedagang pasar berharap polisi memeriksa Surata.

Terutama untuk mengungkap kemana saja aliran uang pungli yang diambil Kasna. Apakah termasuk masuk ke kas desa.

Yang membuat pedagang resah, terduga preman pasar masih leluasa beroperasi memungut dana dari para pedagang. Seolah-olah yang bersangkutan kebal hukum.

“Ini pak fotonya yang kita jepret secara diam-dia. Dia nongol dengan style perlente. Menggunakan baju desa lagi. Ia ke sana terkesan sok-soan

seperti manusia hebat dan kebal hukum,” papar pedagang pasar senggol Payangan yang meminta namanya dirahasiakan.

Padahal, saat OTT berlangsung, polisi mengamankan sejumlah barang bukti. Termasuk uang Rp 7 juta dari tangan yang bersangkutan.

“Secara terbuka, kami meminta Surata beberkan secara terang benderang di media, untuk apa saja hasil pungutan I Kasna. Dan diapakan saja dana desa selama ini. Harus transparan.

Informasi yang beredar Dana Bumdes kosong saat ini. Semoga pihak terkait bisa melakukan audit, baik pihak Tipikor dan BPK,” timpalnya mewakili para pedagang.

Pedagang sendiri berharap saat kepolisian Gianyar kurang merespons dengan baik kasus ini, Polda Bali bersedia turun tangan melakukan penyelidikan. “Karena terus terang ini sangat meresahkan warga,” pungkasnya.

(rb/dre/mus/JPR)

 TOP