alexametrics
Sabtu, 04 Apr 2020
radarbali
Home > Radar Jembrana
icon featured
Radar Jembrana

Sinergi Atasi Sampah Plastik, Pemkab Jembrana Galakkan Program STOP

17 Februari 2020, 10: 45: 59 WIB | editor : ali mustofa

Pemkab Jembrana, program Stop, kembang hartawan, penanganan sampah plastik,

KOMITMEN ATASI SAMPAH : Wakil Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan saat menggelar kerjasama untuk atasi masalah sampah dengan menggalakkan Program STOP (Humas Pemkab Jembrana for Radar Bali)

Share this      

NEGARA– Upaya mengatasi masalah sampah,khususnya sampah plastic, Pemerintah Kabupaten Jembrana bekerjasama dengan pihak terkait melalui program stopping the tap on ocean plastic (STOP).

Program stop yang dibiayai sepenuhnya PT. Systemiq dalam waktu 3 tahun, sehingga pemerintah sangat terbantu dalam pengelolaan sampah. Setelah tiga tahun berjalan akan diserahterimakan pada pemerintah kabupaten untuk dilanjutkan.

Wakil Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan mengatakan, sampah kalau tidak dikelola dengan baik akan menjadi masalah besar. Tapi kalau dikelola dengan baik, maka akan menghasilkan.

“Kita di Bali ada konsep tri hita karana, bagaimana menjaga hubungan dengan alam. Kalau alam tidak jaga, maka tatanan kehidupan akan hancur. Maka dari itu, persoalan sampah ini harus kita selesaikan bersama,” ujarnya.

Dengan adanya program Stop, diharapkan menjadi solusi masalah sampah di Jembrana. Namun, dalam waktu tiga tahun ini diharapkan kerjasama dengan semua pihak, termasuk masyarakat bisa berjalan.

Dalam pengelolaan sampah di Jembrana, lanjutnya, bukan pertama kalinya. Sebelumnya sudah bergerak sebelumnya, namun belum maksimal.

Ada beberapa desa yang sudah membuat tempat pengelolaan sampah, karena anggaran di desa sudah ada APBDes dan cukup lahan untuk TPST atau TPS 3R. jika semua desa membuat, harapannya menjadi desa mandiri  dalam mengelola sampah.

“Tinggal bagaimana tugas kita mengedukasi masyarakat, bisa memilah sampah dari sumbernya, termasuk dari pasar,” ujarnya.

Mengenai kerjasama dengan program stop, sementara khusus di wilayah Kota, yakni Kecamatan Negara dan Jembrana karena sumber sampah paling banyak.

Sehingga, program ini difokuskan di kota untuk edukasi, pemilihan dan TSPT. Harapnya nanti ke desa lain di Jembrana. Dalam pengelolaan sampah, peran desa adat penting untuk membuat perarem dan sosialisasi.

Direktur Program untuk program STOP dan Partner di Systemiq Joi Danielson menjadikan Jembrana sebagai tempat pertama di Bali.

Dengan program ini, bisa menciptakan Bali bebas dari sampah. Karena itu, pihaknya meminta komitmen pemerintah dan masyarakat Jembrana sangat penting bagi misi program STOP untuk menciptakan sistem pengelolaan sampah yang menjaga sampah plastik agar tidak dibuang di lingkungan.

“Program ini juga menciptakan peluang ekonomi bagi rumah tangga," terangnya. (adv)

(rb/bas/pra/mus/JPR)

 TOP