alexametrics
Sabtu, 11 Apr 2020
radarbali
Home > Radar Buleleng
icon featured
Radar Buleleng

Baru Datang dari Italia, Alami Batuk & Sesak, Warga Gerokgak Diisolasi

15 Maret 2020, 04: 15: 59 WIB | editor : ali mustofa

wabah corona, virus corona, baru dari italia, alami batuk, alami sesak, warga gerokgak diisolasi, rsud buleleng

Suasana ruang isolasi lely RSUD Buleleng yang disiapkan untuk pasien dalam pengawasan diduga terifneksi virus corona. (Juliadi/Radar Bali)

Share this      

SINGARAJA – Sebaran virus corona kian hari kian meluas di Bali. Di Buleleng seorang perempuan berusia 25 tahun asal Gerokgak Buleleng harus dirawat di ruang isolasi RS Buleleng.

Perempuan yang bekerja di Italia diduga terkena setelah ia pulang dari bekerja di Italia, negeri di Benua Eropa yang paling parah terpapar corona setelah Tiongkok, Korsel, Jepang, dan Iran.

Menurut informasi, perempuan muda tersebut berangkat menuju negari Pizza Italia pada 15 Desember 2019 lalu.

Sehari berada di Italia, dia sempat menginap disalah satu apartemen di Italia. Kemudian melanjutkan perjalanan ke Milan pada 2 Januari 2019.

Bahkan, dia juga sempat ke beberapa negara lainnya seperti Swiss dan Prancis dan pulang ke Bali pada 20 Februari lalu.

Wakil Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra membenarkan salah seorang perempuan asal Gerokgak dirawat RS Buleleng.

Awalnya peremuan tersebut sebelum dirujuk ke RS Buleleng mengeluhkan batuk, panas dan sesak. Ia pun sempat memeriksakan diri ke dokter spesialis.

Baru kemudian di rujuk ke RS Buleleng dengan membawa hasil rontgen. “Sesuai protap yang sudah ditentukan Kemenkes, pasien tersebut harus dirawat di ruang isolasi ruang Lely RS Buleleng,” papar Wabup Sutjindra.

Disnggung perihal apakah ada rencana pasien berusia 25 tahun dirujuk ke RSUP Sanglah Denpasar, Wabup Sutjindra mengatakan belum ada rencana merujuk ke RSUP Sanglah lantaran masih ditangani di RS Buleleng.

“Kami masih menunggu hasil media pemeriksaan laboratorium. Hari ini hasilnya keluar, karena media pemeriksaan baru dikirim dari Denpasar,” ucap Wabup Sutjidra.

Untuk perlakukan terhadap keluarga pasien yang diduga kontak langsung atau berikteraksi dengan pasien, sejauh ini tim medis dan petugas lainnya sedang melakukan penelusuran.

“Pasien ini masuk dalam pasien pengawasan. Mengapa demikian karena dicurigai pasien ini terjangkit pada daerah yang terifeksi virus covid-19 di Italia,” pungkasnya. 

(rb/jul/mus/JPR)

 TOP