alexametrics
Senin, 30 Mar 2020
radarbali
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Kesal Mobil Ditabrak, Tuntut Pelaku,WN Brazil Mendadak Tewas di Pecatu

23 Maret 2020, 15: 30: 59 WIB | editor : ali mustofa

kesal mobil ditabrak, tuntut pelaku, wn brazil, bule brazil tewas, tewas di pecatu

ilustrasi (dok.radarbali)

Share this      

PECATU - Seorang warga negara asing (WNA) berkebangsaan Brazil bernama Bruno Kristofaro ditemukan tewas mendadak di depan Hotel Kuta Hill di samping Indomaret Jalan Uluwatu, Desa Ungasan, Kuta Selatan.

Kejadian nahas yang menimpa pria 54 tahun itu terjadi Sabtu (21/3) malam sekitar pukul 20.30 Wita.

Menurut informasi, kejadian bermula saat Bruno bersama istrinya Fabiana Zanati, 49, mengendarai mobil hendak pulang ke tempat tinggalnya di Jalan Sahadewa, Pecatu, Ungasan, Kuta Selatan.

Setiba di depan Hotel Kuta Hill samping Indomaret Pecatu Ungasan Kuta Selatan, tiba-tiba saja mobil yang mereka kendarai ditabrak dari arah samping.

Pelakunya adalah wisatawan asing bernama Sanzhar Khussaniop asal Kazakhstan. "Karena ditabrak, korban dan sang istrinya keluar dari mobil.

Mobil korban mereka mengalami lecet. Mereka pun menuntut si penabrak untuk membayar ganti rugi," terang sumber kepolisian, Senin (23/3) siang.

Adu mulut pun terjadi lantaran si penabrak tidak mau membayar ganti rugi. Beruntung warga yang melihat hal itu berusaha melerai.

Mereka kemudian bersepakat untuk mengurus masing-masing kerugian yang ditimbulkan akibat kecelakaan tersebut.

Setelah urusah kelar, Bruno dan sang istri beranjak dan hendak masuk mobil. Tiba-tiba Bruno terjerembab dan pingsan. Bahkan tidak berselang lama, korban langsung kehilangan nyawa.

"Korban diduga mengalami sakit jantung. Itu dari keterangan sang istri. Di mana sebelumnya korban sempat lama dirawat di rumah sakit karena sakit jantung. Jasadnya sudah dievakuasi ke RSUP Sanglah,” tandas sumber.

Kasubaghumas Polresta Denpasar Iptu Ketut Sukadi belum memberikan keterangan resmi meninggalnya bule Brazil tersebut. "Silakan konfirmasi ke Kapolresta biar satu pintu," ujarnya.

(rb/mar/mus/JPR)

 TOP