alexametrics
Senin, 30 Mar 2020
radarbali
Home > Dwipa
icon featured
Dwipa

Sudirta dan INTI Bali Bangun Wastafel Permanen di 20 Titik di Denpasar

Jadikan Aksi Sebagai Pelopor dan Contoh Baik

23 Maret 2020, 22: 47: 40 WIB | editor : ali mustofa

Wayan Sudirta, anggota DPR RI, PDIP Bali, covid-19, wabah corona, aksi sosial, INTI Bali, pemasangan wastafel permanen,

PELOPOR HIDUP BERSIH DAN SEHAT : Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PDIP Dapil Bali I Wayan Sudirta (paling kiri) bersama Keluarga BEsar INTI Bali saat mencoba wastafel di Jabapura Jagatnata, Lapangan Puputan Badung, Denpasar, Senin (23/3) (Istimewa)

Share this      

DENPASAR-Bentuk kepedulian dengan mewabahnya pendemi virus Covid-19 (Corona), Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Dapil Bali, I Wayan Sudirta, SH bersama Keluarga Besar Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) Bali, menggelar aksi sosial di Jabapura Jagatnata, Lapangan Puputan Badung, Denpasar,  Senin (23/3)

Aksi sosial yang juga diikuti para tokoh dan perwakilan masyarakat, itu yakni dengan mengajak seluruh masyarakat khususnya di Bali untuk bersama-sama melakukan gerakan positif dan massal untuk mencegah penyebaran pandemi virus Covid-19.

Salah satunya, selain mengajak berpartisipasi positif secara pribadi dengan  menyediakan sarana cuci tangan (wastafel) bagi masyarakat umum di sejumlah titik (kawasan wisata dan tempat umum) di Denpasar.

Aksi sosial juga digelar sosialisasi tentang pentingnya hidup bersih dan sehat bagi masyarakat umum.

Wayan Sudirta yang juga anggota Pembina INTI Bali saat dikonfirmasi disela acara mengatakan, aksi sosial ini merupakan gerakan kecil untuk mendukung pemerintah dalam upaya menangani dan menekan penyebaran virus corona khususnya di Bali yang makin luas.

“Saya berharap tempat cuci tangan ini meski secara skala nasional tidak dianggap hebat, namun dari sisi kepeloporan, tempat cuci tangan ini bisa menjadi contoh baik untuk ditiru oleh siapapun,”tegas Sudirta.

Dikatakan Sudirta,  bahwa dalam penanganan kasus corona, ia menyadari jika masyarakat tidak bisa bertumpu pada pemerintah semata.

Meskipun dalam penanganan corona saat ini, dirinya menilai sejumlah kebijakan baik dari pusat maupun daerah (Seperti Surat Parisadha, Panitia Dharma Shanti, Maklumat Kapolri, Instruksi Mendagri, dan SE Gubernur Bali) sudah sangat bagus. Namun dengan masifnya penyebaran virus, pemerintah masih harus butuh dukungan.

 “Tentu masalah sebesar ini tidak akan mampu tertangani sendiri oleh pemerintah, dan pemerintah memerlukan dukungan untuk kerjasama dan butuh partisipasi masyarakat.

Nah, salah satu partisipasi dan dukungan kepada pemerintah, paling tidak dan betapa pun (aksi ini) hanyalah upaya kecil, namun harapannya (aksi ini) bisa menjadi pelopor untuk berlomba-lomba menjadi contoh bagi orang lain khususnya untuk bagaimana mengatasi virus corona secara bersama-sama,”terangnya .

 Termasuk saat disinggung soal imbauan pemerintah tentang social distancing, kata Sudirta, meski berdiam atau bekerja dari di rumah dan menghindari berkumpulnya orang banyak hanya sebagai gerakan kecil, namun gerakan itu adalah gerakan positif untuk mendukung pemerintah dalam upaya menekan penyebaran virus corona.

Selain itu, selaku wakil rakyat di Senayan, dengan adanya Maklumat Kapolri, pihaknya juga mengaku telah mengecek langsung ke pihak kepolisian untuk memastikan bahwa pihak kepolisian benar-benar melakukan cara-cara persuasive sebaik mungkin  tanpa mengabaikan ketegasan pada tingkat terakhir.

 “Karena sekali lagi keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi. Pemerintah pusat dan daerah telah mengeluarkan kebijakan dan menekankan bagaimana  menghindari berkumpulnya banyak orang. Baik dalam acara keaagamaan bahkan dalam Instruksi Mendagri, perkawinan pun ditiadakan untuk mengumpulkan orang banyak. Dan tentu ini harus mendapat dukungan masyarakat,”tegasnya.

Untuk itu, lanjutnya, selaku anggota Pembina INTI Bali, kembali pada aksi social, dengan banyaknya program social yang dimiliki INTI Bali, INTI Bali sebagai salah satu organisasi yang memiliki program nyata oleh Sudirta didorong untuk menyegerakan aksi ini guna mendukung upaya pemerintah dalam menekan penyebaran covid-19.

Sementara itu, Ketua Keluarga Besar Perhimpunan INTI Bali Sudiartha Indrajaya menyatakan , bahwa pada aksi social kali ini, INTI Bali pada tahap pertama akan memasang wastafel permanen di 20 titik.

Dikatakan, aksi pemasangan puluhan wastafel itu sebagai salah satu wujud kepedulian INTI Bali terhadap kondisi Bali sebagai destinasi wisata dunia ditengah wabah virus corona.

“Jadi hari ini, kami melakukan launching untuk memasang wastafel permanen dari batu alam dibuat sedemikian rupa sehingga artistik sesuai dengan obyek wisata dan tempat-tempat yang kita tempatkan .Sehingga bagi masyarakat yang ada disekitar tempat ini (Alun-Alun Pura jagatnata dapat menjaga kebersihan dan kesehatannya,”harapnya .

Selain itu, masih sebagai upaya mendukung pemerintah untuk menekan penyebaran covid 19, pihaknya bersama INTI di daerah lain juga telah memasang dua bilik compressor player dan disinfektan di Pasar Badung dan Pasar Sanglah.

“Selain itu, (untuk mencegah penyebaran virus covid-19) kami juga melakukan upaya Niskala dengan menggelar doa bersama 23 februari di Pura Besakih bersama bupati, gubernur, dan konjen RRT. Karena sisi ini kami yakini juga memiliki peran karena menyangkut alam,”tukasnya.

(rb/pra/mus/JPR)

 TOP