alexametrics
Senin, 30 Mar 2020
radarbali
Home > Dwipa
icon featured
Dwipa

Ada 17 ODP Baru Covid-19 di Jembrana, 6 Diantaranya Kaling dan Kelian

Usai Perjalanan Dinas Lalu Alami Batuk Pilek

24 Maret 2020, 20: 15: 59 WIB | editor : ali mustofa

wabah corona, covid-19, Pemkab Jembrana, 17 ODP Baru, perjalanan dinas, batuk pilek, kepala wilayah, kelian ODP, kepala lingkungan ODP

Ketua satuan tugas penanggulangan Covid-19 Jembrana I Made Sudiada (dua dari kiri) saat memberikan keterangan pada media (M.Basir)

Share this      

NEGARA– Sebanyak 17 orang warga Jembrana masuk dalam kategori orang dalam pantauan (ODP), satu orang sudah dirawat dalam ruang isolasi Rumah Sakit Umum (RSU) Negara.

Dari belasan ODP, 6 (enam) orang diantaranya kepala kewilayahan (kepala lingkungan dan kelian dinas) yang baru pulang perjalanan Dinas dari Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Bahkan enam orang diantaranya sudah masuk kategori ODP sehingga harus mengisolasi diri.

Ketua satuan tugas penanggulangan Covid-19 Jembrana I Made Sudiada menegaskan, wilayah Jembrana sampai saat ini tidak ada kasus positif Covid-19.

Hal tersebut ditegaskan untuk membantah isu mengenai warga Jembrana yang positif terjangkit virus Covid-19.

Sebelumnya, RSU Negara merawat satu PDP, namun hasilnya negatif terjangkit virus corona. "Sampai saat ini, tidak ada warga yang terjangkit virus di Jembrana," tegasnya.

Namun demikian, satgas Covid - 19 Jembrana telah melakukan pendataan perkembangan kasus penyebaran virus.

"Orang yang sudah masuk dalam ODP selain datang dari daerah terjangkit, mengalami gejala klinis, seperti sakit batuk dan pilek," ujarnya didampingi anggota satgas kesehatan I Gusti Agung Putu Arisantha dan Sekretaris Satgas I Ketut Eko Susilo Artha Permana.

Dari 17 ODP tersebut, satu diantaranya dirawat di ruang isolasi RSU Negara. Karena pria yang diisolasi tersebut dibawa ke rumah sakit dengan diagnosa sakit demam berdarah dengue (DBD), dari hasil observasi pasien juga baru datang dari daerah terdampak yakni Yogyakarta, sehingga masuk dalam ODP. Penanganan ODP yang diisolasi seperti pasien dalam pengawasan (PDP).

Sedangkan sampel swab akan diambil untuk dikirim ke laboratorium di Jakarta.

Sementara 16 ODP lainnya, harus melakukan isolasi diri di rumah masing-masing selama 14 hari ke depan.

Selanjutnya, Satgas kesehatan melalui masing-masing puskesmas melakukan pemantauan terhadap 16 ODP tersebut.

Apabila selama pemantauan tetap sehat, maka bisa keluar dari isolasi diri di rumah masing-masing.

"Setiap hari kami pantau perkembangan kesehatannya," ujarnya

(rb/bas/pra/mus/JPR)

 TOP