alexametrics
Senin, 01 Jun 2020
radarbali
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Heboh Bule Bugil Jalan-jalan di Canggu Sambil Benturkan Kepala

30 Maret 2020, 13: 15: 59 WIB | editor : ali mustofa

bule gila, bule bugil, heboh bule gila, jalan-jalan di canggu, benturkan kepala, camat kuta utara, puskesmas kuta utara

Aksi bule gila jalan-jalan di Canggu dalam kondisi bugil. (Kanan) kepala si bule berdarah setelah membenturkan kepalanya di lantai berulangkali. (Istimewa)

Share this      

DENPASAR - Seorang warga negara asing (WNA) membuat heboh Bali, Senin (30/3) pagi. Pria berkepala plontos yang belum diketahui kewarganegaraan dan namanya ini jalan-jalan di jalanan umum dalam kondisi telanjang bulat.

Aksi “bule gila” itu dilakukannya di sebelah utara Kantor Desa Tibubeneng, Canggu, Kuta Utara. Camat Kuta Utara I Putu Eka Parmana mengatakan, berdasar keterangan warga sekitar, awalnya bule itu diperkirakan datang dari kawasan Berawa.

Dari arah selatan, bule itu berjalan kaki dalam kondisi telanjang bulat hingga akhirnya sampai di sebelah utara Kantor Desa Tibubeneng, Canggu, Kuta Utara.

"Setelah di utara kantor desa, bule itu didiamkan karena tidak ada yang menangani karena kita takut dengan kondisi yang sekarang ini (wabah corona).

Tidak ada yang berani mendekat. Saat dia jalan, terus diawasi oleh pecalang," terang Putu Eka Parmana saat dikonfirmasi.

Saat itu, Satgas Covid-19 kecamatan dan desa sudah ada di lapangan memantau si bule. Hanya saja belum berani mengambil tindakan. 

Setelah melakukan koordinasi, pihak dari petugas puskesmas setempat datang ke lokasi lengkap dengan Alat Pelindung Diri (APD).

"Langsung kami amanakan dan dibantu seorang bule juga tapi bukan temannya," tambah Eka Parmana. Petugas pun meminjam baju warga lalu memakaikannya kepada bule tersebut.

Saat ditanyai petugas dia tidak menjawab apapun. Hanya ada satu kata yang keluar dari mulutnya, yakni "Amerika".

"Apakah dia dari Amerika atau gimana itu yang kita tidak tahu. Dia sampai membenturkan kepalanya di lantai sampai berdarah.

Mungkin dia depresi karena ada masalah pembatasan keluar untuk orang asing, tidak dapat keluar dia ke tempat wisata untuk liburan.

Dia stress, depresi dia," terang Eka Parmana. Kini bule malang itu sudah dievakuasi ke Rumah Sakit Sanglah Denpasar untuk dirawat. 

(rb/mar/mus/JPR)

 TOP