alexametrics
Minggu, 25 Oct 2020
radarbali
Home > Features
icon featured
Features
Mereka yang Peduli saat Musim Pagebluk Corona

Rela Jual Mobil Corolla Klasik untuk Bantu Pencegahan Covid-19 di Bali

07 April 2020, 13: 57: 25 WIB | editor : ali mustofa

wabah corona, virus corona, pagebluk corona, peduli pencegahan, mobil klasik, mobil corolla

Kondisi mobil Corolla klasik milik Gede Made Matera yang laku terjual (Istimewa)

Share this      

Banyak jalan yang bisa ditempuh atau dilewati setiap orang untuk dapat berbuat baik terhadap sesama ditengah pandemi virus corona.

Baragam cara dapat dilakukan guna mewujudkan empati, simpati serta kepedulian. Di Buleleng salah seorang rektor universitas swasta nekat menjual mobil corolla klasik demi memerangi virus corona.

JULIADI, Singaraja

DALAM status facebooknya, Made Metera 30 Maret lalu ia mengunggah foto sebuah mobil corolla klasik kesayangan berwarna putih miliknya yang terparkir digaransi rumahnya.

Pria dengan nama lengkap Gede Made Metera dalam statusnya menyebut Corolla klasik donasi menghambat Covid-19.

Bagi para dermawan dan donator kemanusian, Corolla klasik tahun 1997 ini dijual untuk donasi menghambat Covid-19.

Bodi sesuai tampilan. Mesin sudah rekondisi kembali standar. Surat lengkap. Seluruh hasil penjualan untuk donasi menghambat Covid-19. Tulis pria yang kini menjabat sebagai Rektor Universitas Panji Sakti di Buleleng.

Beberapa orang langsung menawar mobil corolla klasik tersebut milik Made Metera. Namun belum menyampai titik klimaks dari harga yang ia inginkan.

Bahkan ada yang menawar sebesar Rp 20 juta. Nilai tawaran itu belum mencapai harga separuh dari biaya untuk mewujudkan corolla klasik tersebut.

Setelah lama terpajang di halaman facebook Made Metera hari akhirnya Mobil Corolla Klasik bernopol Dk 1226 EK laku terjual.

Setelah adanya seorang dermawan datang dari Bangli. Corolla klasik pabrikan Toyota terjual dengan harga Rp 21,5 juta.

Walau nilai yang diajukan oleh peminat belum sebanding dengan biaya yang telah dikeluarkan untuk mewujudkan Corolla Klasik itu yang mencapai 50 juta rupiah.

“Saya sudah lepas mobil kesayangan itu dengan penawar tertinggi Rp 21,5 juta. Tetapi dia dermawan membayar Rp 21 juta.

Sisanya Rp 500 ribu rupiah ia (dermawa, red) meminta untuk bekal pulang, saya berikan,” kata Made Metera kepada Jawa Pos Radar Bali.

Diakui Made Metera mobil Corolla klasik kesayangan ia jual lantaran ingin ikut bergotong-royong dan terlibat dalam pencegahan penularan Covid-19.

“Kalau dalam hal pencegahan Covid-19, saya  tidak memiliki keterampilan untuk melakukan hal itu. Saya memiliki Corolla Klasik yang saya sukai.

Maka itu yang saya jual agar bisa ikut donasi untuk mencegah penularan Covid 19,” ungkap Made Metera yang kini juga menjabat sebagai Plt Ketua PHDI Buleleng.

Lanjut Made Metera, menjual Corolla tua tidak mudah kecuali kepada penggemar. Sehingga ia unggah diakun FB miliknya. Hanya cara itu dengan cepat menjual mobil yang sudah 7 tahun menemaninya.

“Saya tidak akan unggah di Fb karena saya tidak ingin publikasi. Hanya saja ini demi rasa kemanusia untuk membantu sesama yang membutuhkan ditengah pandemi virus korona,” imbuhnya.

Untuk uang hasil penjualan mobil corolla klasik sebagai akuntabilitas publik, karena awalnya penjualannya disampaikan ke publik.

“(Kemarin red), sudah saya donasikan dan Rp 5,9 juta rupiah ke sebuah organisasi di Denpasar untuk kepentingan pencegahan penularan Covid 19,” ujarnya.

Sekarang masih ada sisa dana penjualan Corolla itu sejumlah Rp 15, 1 juta. Sisa dana ini sesuai niat awal ia akan didonasikan seluruhnya untuk kepentingan pencegahan penularan Covid 19.

Diceritakan Made Metera banyak tersimpan kenangan dari mobil klasik yang ia jual untuk donasi pencegahan Covid-19.

Mulai dari mobil Corolla klasik setiap hari dia awasi sendiri di bengkel saat merestorasi tahun 2013 lalu.

“Hampir setiap hari saya mengunjungi bengkel untuk melihat proses restorasi mengembalikan ke bentuk asalnya,” kata Made Metera.

Namun yang berkesan dari mobil corolla klasik tersebut, menemani ketika ia ke pentai di pagi hari untuk olah raga. Kemudian sehabis jalan pagi di Eks Pelabuhan Buleleng.

“Saya menulis di bawah patung pahlawan Eks pelabuhan Buleleng yang menjolok ke laut. Tulisan-tulisan itu sekarang sudah terkumpul menjadi

buku dengan judul "Rakyat Bukan Papan Begesting". Proses penulisan itu ditemani oleh mobil tua itu,” kenang Made Metera.

Dengan uang donasi pencegahan Covid-19 mudah-mudahan dapat membantu masyarakat dan pemerintah. “Dan saya berharap lebih banyak lagi masyarakat yang peduli,” pungkasnya. (*)

(rb/jul/mus/JPR)

 TOP