alexametrics
Minggu, 07 Jun 2020
radarbali
Home > Bali United
icon featured
Bali United
Mereka yang Tetap Berbagi saat Wabah Corona

Gandeng Adopt a Family Bali, Gavin Salurkan Bantuan ke Korban Covid-19

20 Mei 2020, 11: 15: 59 WIB | editor : ali mustofa

bali united, pandemi covid-19, wabah corona, virus corona, adopt a family bali, gavin kwan adsit, salurkan bantuan, korban covid-19

Pemain belakang Bali United Gavin Kwan Adsit ikut membantu korban terdampak Covid-19 di Bali (dok.radarbali)

Share this      

Pesepak bola menjadi salah satu orang yang terdampak akibat pandemi Covid-19. Berdasar SK PSSI bulan Maret lalu, gaji pesepak bola terpaksa dipotong hingga 25 persen.

Yang lebih parah, pesepak bola tidak akan digaji lagi jika kompetisi musim ini terhenti penuh. Meski terjadi pemotongan gaji, tidak menyurutkan niat pesepak bola untuk ikut membantu sesama.

ALIT BINAWAN, Denpasar

BEBERAPA waktu lalu banyak pesepak bola termasuk pelatih ramai-ramai melelang memorabilia mereka seperti jersey, medali, hingga sepatu sepak bola agar

mendapatkan dana segar untuk membantu tenaga medis dan masyarakat yang terdampak virus yang bernama SARS-CoV-2 tersebut.

Mungkin melelang memorabilia sudah biasa. Tapi, apa yang dilakukan bek kanan Bali United Gavin Kwan Adsit sungguh luar biasa.

Sebagai putra daerah, dia ternyata terjun langsung untuk membantu keluarga yang benar-benar mengalami masa krisis selama pandemi ini.

Tidak tanggung-tanggung bersama dengan yayasan yang didirikan rekannya bernama Adopt a Family Bali, Gavin sudah menyalurkan bantuan berupa sembako kepada 76 keluarga yang terdampak di kawasan Denpasar.

Perlu diketahui, yayasan ini baru terbentuk tahun ini khusus untuk membantu keluarga dari kalangan yang tidak mampu.

Gavin pun menceritakan awal mula bagaimana dia ikut tergerak membantu sesama. “Sebenarnya yayasan nonprofit ini dibentuk oleh teman-teman saya. Kebetulan saya juga ikut didalamnya.

Saya tergerak karena saya tahu banyak sekali keluarga yang terdampak akibat virus ini. Kebetulan juga tidak ada kegiatan di dunia sepak bola,” ungkap mantan pemain Mitra Kukar dan Barito Putra ini.

Dia sadar betul dampak dari pagebluk ini sangat luas. “Dari apa yang saya lihat, perekenomian di Bali mati suri. Banyak masyarakat yang dirumahkan perusahaan mereka,

uang makan sehari-hari juga menipis. Sebagian besar mata pencaharian ada di sektor pariwisata yang menjadi sektor paling terdampak,” terangnya.

Gavin dan rekan-rekannya cukup ketat dalam menyalurkan bantuan. Tidak sembarangan keluarga yang mendapatkan bantuan tersebut. Keluarga yang ingin mendapatkan bantuan sembako dari yayasan ini harus mendaftar terlebih dahulu.

Setelah itu, dia dan rekan-rekannya melihat data yang ada apakah benar keluarga tersebut sangat membutuhkan atau tidak.

Adopt a Family Bali juga bekerjasama dengan yayasan nonprofit lainnya di Bali untuk mendapatkan data-data keluarga yang terdampak Covid-19.

“Harus ada bukti jika situasi di keluarganya memang kritis. Kami juga cek ke yayasan lainnya apakah keluarga tersebut sudah mendapatkan bantuan atau tidak.

Bukan bagaimana, tapi kami ingin agar pendistribusian bantuan merata dan bisa memberikan bantuan ke lebih banyak keluarga yang benar-benar membutuhkan,” terang pemain berdarah Amerika Serikat – Indonesia tersebut.

Dari catatannya, sudah ada lebih dari 250 keluarga yang mendaftar dengan 76 keluarga yang sudah disalurkan bantuannya.

Jumlah tersebut masih di kawasan Denpasar saja dan menurut Gavin, setiap hari data keluarga yang membutuhkan semakin banyak.

“Ini 76 keluarga dan masih ada bantuan yang harus kami salurkan lagi. Minggu lalu saja kami sudah memberikan bantuan di daerah Sidakarya, Sanur, Padanggalak.

Di kawasan Gatsu (Gatot Subroto) juga kami berikan bantuan. Kedepannya, kami ingin mencari lokasilain  dimana ada keluarga yang benar-benar membutuhkan,” tutupnya. (*)

(rb/lit/mus/JPR)

 TOP