alexametrics
Minggu, 07 Jun 2020
radarbali
Home > Sportainment
icon featured
Sportainment

PON Papua Ditunda Tahun Depan, KONI Bali Beberkan Masalah Anggaran

20 Mei 2020, 15: 45: 59 WIB | editor : ali mustofa

pon papua, ditunda tahun depan, koni bali, masalah anggaran

Ketua Umum KONI Bali I Ketut Suwandhi (dok.radarbali)

Share this      

DENPASAR – Setelah sebelumnya mengadakan rapat dalam jaringan (daring) dengan KONI PUsat dan KONI provinsi seluruh Indonesia,

kali ini KONI Bali melakukan rapat daring dengan pelatih dan 261 atlet penghuni Pelatda PON Bali kemarin (19/5).

Rapat daring ini menurut Ketum KONI Bali I Ketut Suwandi sudah dirancang jauh sebelum adanya pagebluk Covid-19.

Saat diwawancarai kemarin, Suwandi mengatakan jika materi rapat yang dibahas adalah mengenai perhelatan PON XX, Papua yang ditunda menjadi tahun depan termasuk hasil rapat daring dengan KONI Pusat pekan lalu.

“Kami juga membahas mengenai program selanjutnya terkait dengan Pelatda PON Bali,” ucap Ketut Suwandi.

Selain materi mengenai PON, mantan Ketua KONI Badung itu juga menyampaikan mengenai anggaran. Jika sudah membahas anggaran, itu artinya membahas juga mengenai gaji atlet penghuni Pelatda PON Bali.

Namun, hal tersebut masih belum dibahas dapat rapat daring kemarin. “Nanti akan kami sampaikan mengenai perubahan-perubahan

mengenai anggaran. Kami ingin, atlet dan pelatih mengetahu dengan jelas mengenai situasi dan kondisi yang ada saat ini,” ucapnya.

Perlu diketahui, hingga saat ini dana hibah dari Pemprov Bali untuk KONI Bali masih belum turun karena dana hibah kepada KONI Bali menjadi salah satu pos anggaran yang dirasionalisasi.

Rapat daring kali ini diakui Suwandi cukup efisien ditengah situasi pagebluk seperti saat ini. Dia hanya ingin agar komunikasi dan koordinasi dengan atlet serta pelatih penghuni Pelatda PON Bali bisa berjalan dengan baik.

“Kan sudah kami lakukan waktu rapat dengan KONI Pusat. Ini menjadi rapat dengan jumlah peserta yang cukup besar,” tuturnya.

Pensiunan Dinas PU Badung tersebut juga berpesan agar atlet legawa menerima kenyataan jika PON tertunda satu tahun.

“Yang saya inginkan hanya satu, atlet tetap berlatih dengan maksimal meskipun di rumah dan memaklumi kondisi yang ada saat ini,” tutupnya. 

(rb/lit/mus/JPR)

 TOP