alexametrics
Minggu, 07 Jun 2020
radarbali
Home > Ekonomi
icon featured
Ekonomi

Pasokan Melimpah, Sedikit Terserap, Sejumlah Komoditi Turun Harga

22 Mei 2020, 01: 15: 59 WIB | editor : ali mustofa

pasokan melimpah, sedikit terserap, komoditi turun harga, kasubah perekonomian, pasar umum klungkung

TPID Klungkung melakukan pemantauan perkembangan harga komoditas atau bahan pangan pokok di tingkat konsumen di Pasar Galiran beberapa waktu lalu. (Istimewa)

Share this      

SEMARAPURA - Sejumlah komoditi pangan di Kabupaten Klungkung mengalami penurunan harga. Itu lantaran pasokannya cukup melimpah namun penyerapannya saat ini lebih besar di tingkat rumah tangga.

Sementara permintaan dari restoran, dan rumah makan tidak sebanyak sebelumnya akibat terkena dampak wabah Coronavirus Disease (Covid-19).

Kasubag Perekonomian Sekda Klungkung Tjokorda Istri Agung Wiradnyani mengungkapkan, sejumlah komoditi pangan di Klungkung berangsur-angsur mengalami penurunan harga.

Terutamanya untuk komoditi bumbu dapur. Seperti bawang putih yang sebelum Rp 25 ribu per kg, kini menjadi Rp 18 ribu per kg.

Kemudian cabai rawit yang sebelumnya Rp 18 ribu per kg menjadi Rp 17 ribu per kg. “Begitu juga dengan telur ayam ras yang sebelumnya Rp 19 ribu per kg menjadi Rp 16 ribu per kg.

Gula pasir juga mengalami penurunan harga dari sebelumnya Rp 18 ribu menjadi Rp 15 ribu per kg,” beber Tjokorda Istri Agung Wiradnyani.

Menurutnya, penurunan harga itu terjadi lantaran saat ini komoditi pangan tersebut sedang memasuki masa panen atau terjadi peningkatan produktivitas.

Sementara sejak adanya wabah Covid-19, sejumlah sektor terkena dampak seperti sektor pariwisata sehingga membuat penyerapan komoditi pangan oleh restoran, hotel, dan rumah makan mengalami penurunan cukup signifikan.

Sehingga saat ini komoditi pangan tersebut lebih banyak diserap di tingkat rumah tangga. “Telur yang sebelumnya mengalami peningkatan harga karena

tingginya permintaan setelah kerap menjadi salah satu item dalam paket bantuan sembako, juga mengalami penurunan harga.

Itu karena produktivitas ayam untuk bertelur sedang tinggi-tingginya. Sementara penyerapan oleh restoran, hotel dan rumah makan kan rendah sekali,” jelasnya.

Sementara itu, berkaitan dengan harga bawang merah, menurutnya, di tingkat eceran masih mengalami peningkatan.

Bila sebelumnya harga bawang merah berkisar Rp 42 ribu per kg, kini harganya mencapai Rp 47 ribu per kg.

Sementara di tingkat grosir, harga bawang merah mulai mengalami penurunan harga. Masih tingginya harga bawang merah

di tingkat pengecer lantaran bawang merah yang saat ini masih dijual di tingkat itu merupakan produk lama dengan harga yang pada saat itu masih tinggi.

“Sementara itu, daging ayam ras mulai mengalami peningkatan harga yang sebelumnya Rp 28 ribu per kg,

kini menjadi Rp 38 ribu per kg. Itu lantaran pasokan yang mulai berkurang sementara permintaan meningkat,” tandasnya.

(rb/ayu/mus/JPR)

 TOP