alexametrics
Minggu, 07 Jun 2020
radarbali
Home > Dwipa
icon featured
Dwipa

Soal Wacana New Normal, Dewa Indra : Penanganan Covid-19 itu Dinamis!

22 Mei 2020, 21: 15: 59 WIB | editor : Didiek Dwi Praptono

wabah Corona, Covid-19, GTPP Covid-19 Bali, wacana New Normal, Dewa Made Indra, Pemprov Bali, Pemerintah pusat,

Ketua Harian GTPP Covid-19 Provinsi Bali Dewa Made Indra (Dok Radar Bali)

Share this      

DENPASAR - Wacana pemerintah pusat untuk menerapkan new normal pada 1 Juni 2020  dalam kehidupan masyarakat Indonesia menuai respon dari pemerintah daerah.

Seperti disampaikan Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Provinsi Bali Dewa Made Indra,

Menurutnya, atas wacana itu, Pemerintah provinsi Bali masih akan memantau kebijakan yang diwacanakan pusat.

"Terkait kebijakan New normal 1 juni itu kan belum diputuskan pemerintah. Ya tentu kami akan ikuti perkembangan dahulu seperti apa nantinya," ujarnya, Jumat (22/5).

Selain itu, soal wacana new normal, Dewa Indra juga mengaku belum berani menyatakan bahwa Bali akan mengikuti kebijakan tersebut karena penanganan Covid-19 bersifat dinamis.

"Makanya harus dilihat dulu karena sifatnya (virus) itu dinamis dan harus juga sesuai dengan dinamika penanganan covid di lapangan," ujarnya.

Meski begitu, Pemprov Bali kata Dewa Indra akan tetap berkomitmen dengan kebijakan yang ada di pusat

"Ya kami tetap berkomitmen sesuai dengan kebijakan di pusat. Ikuti, tapi kapan mulainya harus berdasar kajian masing-masing daerah. Terpenting sekarang mari kita bertekad dahulu untuk hentikan penyebaran virus ini," ujarnya.

Seperti diketahui, dari data yang disampaikan GTPP Covid-19 Provinsi Bali, kasus Covid di Bali terus mengalami peningkatan.

Bahkan sesuai data terbaru, ada tambahan 6 (enam) orang pasien positif Corona baru yang terdiri dari imported case 2 (dua) orang dan tranmisi lokal 4 (empat) orang.

Sehingga secara akumulatif, jumlah pasien positif di Bali kini sebanyak 380 orang. Sementara yang sembuh sudah mencapai 284 orang pasien dan yang masih perawatan 92 orang.

"Yang meninggal masih tetap 4 (empat) orang dan tidak ada penambahan," tutupnya.

(rb/ara/pra/JPR)

 TOP