alexametrics
Minggu, 07 Jun 2020
radarbali
Home > Dwipa
icon featured
Dwipa

Pohon Asem Tumbang Timpa Pura Jagatnatha, Juru Sapuh Alami Lecet-lecet

23 Mei 2020, 11: 45: 59 WIB | editor : ali mustofa

hujan lebat, angin kencang, pohon asem tumpa, timpa pura jagatnatha, pura jagatnatha, juru sapuh, alami lecet, perbekel ketewel

Pohon asem yang timpa bangunan di Pura Giri Jagatnata, Desa Ketewel, Kecamatan Sukawati dipangkas (Istimewa)

Share this      

GIANYAR - Sebuah pohon asem di areal Pura Giri Jagatnata, Desa Ketewel, Kecamatan Sukawati, tumbang Kamis sore (21/5) lalu.

puPohon setinggi kurang lebih 30 meter dengan diamater 3 meter itu menimpa dua buah bangunan pura. Sebuah motor juga ringsek tertimpa.

Bahkan, ranting pohon sempat melukai juru sapuh atau tukang sapu. Perbekel Ketewel Putu Gede Widya Kusuma Negara, merinci kejadian itu menimpa bangunan Paebatan Pura Payogan Agung berukuran 9x6 meter.

"Pohon kemudian menimpa bale gong Pura Giri Jagatnata Desa Ketewel yang berukuran 10x5 meter," ujar Gede Widya Kusuma Negara kemarin.

Widya Kusuma mengaku tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu. "Korban jiwa tidak ada. Hanya saja juru sapuh di pura terkena ranting pohonnya sehingga mengalami luka ringan di pelipis kiri," ujarnya.

Disamping itu, tiga sepeda motor milik tukang yang bekerja di sini juga tertimpa. "Ada satu rusak parah," paparnya. Akibat kejadian itu, desa mengalami kerugian mencapai Rp 800 juta. 

Disinggung untuk prosesi upacara, dia mengaku akan dilakukan mecaru di areal pura. "Rencana hari ini upacara mecaru ayam brumbun untuk guru piduka. Sebab kejadiannya di areal pura, harus segera diupacarai," jelasnya.

Dia mengaku, saat kejadian juga tidak ada tanda-tanda. "Hanya hitungan menit datang pusaran angin besar, langsung ngangkat akar pohon bahkan suara pohon tumbang tidak kedengaran di warga setempat," jelasnya.

Sedangkan juru sapuh pura, Ni Wayan Beji memaparkan, saat kejadian pohon yang diyakini keramat itu secara tiba-tiba tumbang ke arah timur.

Karena ia tengah menyapu di areal pura, sehingga pelipis kirinya luka robek  akibat terkeda ranting pohon.

 "Pas nyapu tiba-tiba dengar suara angin, dan ternyata pohon asem tumbang. Saya ingatnya sudah di bawah jatuh, dan langsung dilarikan ke dokter," paparnya. 

Dalam kesempatan itu, ia mengaku tidak sempat memiliki firasat sama sekali sebelum kejadian tersebut. "Sama sekali tidak ada firasat apa-apa," pungkasnya. 

(rb/dra/mus/JPR)

 TOP