alexametrics
Kamis, 09 Jul 2020
radarbali
Home > Dwipa
icon featured
Dwipa

ABG 12 Tahun Meninggal Positif Covid-19, Orangtua Jalani Swab Test

Penyebab Kematian Masih Ditelusuri

03 Juni 2020, 05: 15: 59 WIB | editor : ali mustofa

wabah corona, virus corona, pasien positif meninggal, abg 12 tahun meninggal, orangtua pasien, swab test, penyebab kematian, gttp covid-19 gianyar

Suasana di gang rumah ABG 12 tahun yang meninggal dan dinyatakan Covid-19 (Istimewa)

Share this      

GIANYAR – Meninggalnya Anak Baru Gede (ABG) berusia 12 tahun berinisial GALP dengan hasil swab positif Covid-19, petugas Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 mengambil langkah lanjutan.

Orang tua almarhum anak tersebut menjalani swab test. Sedangkan, puluhan kerabat yang ikut penguburan menjalani rapid test.

Ketua Harian GTPP Covid-19 Kabupaten Gianyar Made Wisnu Wijaya membeberkan tiga poin penanganan pasca meninggalnya GALP.

“Pertama, untuk bapak, ibu, adik dan tante almarhum di-swab di RS Sanjiwani. Hasilnya belum,” ujar Wisnu Wijaya, yang juga Sekretaris Daerah (Sekda) Gianyar kemarin.

Yang kedua, puluhan warga Serongga Kelod, Desa Serongga, Kecamatan Gianyar, di-rapid test massal.

“Warga atau kerabat yang ikut dalam prosesi penguburan berjumlah 38 orang sudah di-rapid test. Hasilnya negatif semua,” ungkap Wisnu Wijaya.

Yang ketiga, petugas masih melakukan penelusuran di wilayah Jalan Dewi Sri, Desa Batubulan, Kecamatan Sukawati. Lokasi tersebut merupakan tempat tinggal korban sehari-hari.

“Untuk rumah almarhum di Batubulan, hari ini (Selasa kemarin, red) baru dilaksanakan tracing (penelusuran, red),” ungkapnya.

Wisnu Wijaya menambahkan, penyebab kematian ABG tersebut masih dicari atau diaudit. “Mengingat ada gejala DB (demam berdarah, red) dan suspect ensefalitis,” terangnya.

Diakui, pihak keluarga korban, terutama ayah korban sempat klarifikasi di media sosial jika putranya tidak pernah di-swab.

“Dan keluarga pasien sampun (sudah, red) dijelaskan dan menerima di Swab. Dan meminta segera diinformasikan hasil swabnya.

Keterangan di atas diberikan saat dia belum memahami ada protokol swab di ruang jenazah,” tandasnya.

Sementara itu, Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Gianyar, dr. Wawan menambahkan pemahaman mengenai swab.

“Swab pada tenggorokan, mukosa hidung dan saluran napas atas. Bila hasil PCR positif, artinya terkontaminasi terinfeksi Covid-19,” imbuhnya.

Lanjut dokter Wawan, rapid test itu untuk melihat sejauh mana antibodi tubuh bisa melawan Covid-19. “Swab test untuk melihat apakah ada virus Covid-19 yang menempel pada lendir,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Gugus Tugas Penanganan Covid-19 membeberkan riwayat perjalanan pasien.

Dimulai dari demam pada 24 Mei. Sempat dirawat dirumah dua hari, sebelum akhirnya dirawat di RS Ganesha pada 28 Mei. Dengan gejala demam, mual, muntah, malgia dan nyeri menelan dengan diagnosa suspect DHF.

Kemudian, 30 Mei dilakukan rapid dengan hasil Reaktif. Selanjutnya, karena terjadi penurunan kesadaran dan memerlukan perawatan PICU dengan diagonsa Sup Ensefaliti, pasien di rujuk ke RSUP Sanglah Denpasar.

Selanjutnya dari pihak RS dilakukan swab, karena hasil rapid reaktif. Pasien meninggal dan selanjutnya di bawa ke Serongga Kelod (tempat asal pasien). Di rumah duka, jenazah ABG itu ditidurkan di Balai Dangin.

Kemudian pada 31 Mei, jenazah dikuburkan ke setra. Pada 1 Juni 2020, pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Gianyar menerima laporan hasil swab dari RSUP Sanglah dengan hasil positif Covid-19.

(rb/dra/mus/JPR)

 TOP