alexametrics
Minggu, 05 Jul 2020
radarbali
Home > Dwipa
icon featured
Dwipa

38 Kerabat ABG 12 Tahun Korban Covid-19 Jalani Rapid Tes, Ini Hasilnya

03 Juni 2020, 05: 45: 59 WIB | editor : ali mustofa

wabah corona, virus corona, abg 12 tahun, pasien positif meninggal, 38 kerabat, korban covid-19, rapid test

Ilustrasi rapid test (Adrian Suwanto/Radar Bali)

Share this      

GIANYAR – Meninggalnya Anak Baru Gede (ABG) berusia 12 tahun berinisial GALP dengan hasil swab positif Covid-19, petugas Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 mengambil langkah lanjutan.

Orang tua almarhum anak tersebut menjalani swab test. Sedangkan, puluhan kerabat yang ikut penguburan menjalani rapid test.

Kelihan Dinas Serongga Kelod Ketut Amir menyatakan, telah menjalankan protap protokol kesehatan sesuai arahan petugas gugus.

“Tadi sudah dilakukan penyemprotan di dalam rumah (korban, red) dan di jalan juga sudah.  Itu dilakukan oleh Satgas dari kabupaten dan dibantu dari satgas desa,” ujar Ketut Amir.

Mengenai rapid test massal telah dilakukan terhadap warga yang ikut melakukan penguburan dan hadir pada acara duka itu.

“Warga sebanyak 38 orang itu hasilnya negatif semua,” jelasnya. Selain pelaksanaan rapid test kepada 38 warga tersebut, ia menyampaikan empat orang juga dilakukan swab.

Mereka adalah ayah, ibu, tante dan adik korban. Namun, untuk hasilnya masih menunggu. Lantaran ada empat orang masih menunggu hasil swab, maka mereka melakukan isolasi di rumahnya.

Selama isolasi, Ketut Amir mengaku satgas gotong royong dari desa telah membantu pelaksanaannya.

Pihaknya juga akan berkoordinasi degan pihak pemkab untuk penanganan lebih lanjut. “Nanti sore masih akan rapat

dengan Satgas Covid-19 desa. Yang jelas dari kemarin sudah dilakukan tindakan karena ini masalah kemanusiaan,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Gugus Tugas Penanganan Covid-19 membeberkan riwayat perjalanan pasien.

Dimulai dari demam pada 24 Mei. Sempat dirawat dirumah dua hari, sebelum akhirnya dirawat di RS Ganesha pada 28 Mei. Dengan gejala demam, mual, muntah, malgia dan nyeri menelan dengan diagnosa suspect DHF.

Kemudian, 30 Mei dilakukan rapid dengan hasil Reaktif. Selanjutnya, karena terjadi penurunan kesadaran dan memerlukan perawatan PICU dengan diagonsa Sup Ensefaliti, pasien di rujuk ke RSUP Sanglah Denpasar.

Selanjutnya dari pihak RS dilakukan swab, karena hasil rapid reaktif. Pasien meninggal dan selanjutnya di bawa ke Serongga Kelod (tempat asal pasien). Di rumah duka, jenazah ABG itu ditidurkan di Balai Dangin.

Kemudian pada 31 Mei, jenazah dikuburkan ke setra. Pada 1 Juni 2020, pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Gianyar menerima laporan hasil swab dari RSUP Sanglah dengan hasil positif Covid-19. 

(rb/dra/mus/JPR)

 TOP