alexametrics
Rabu, 08 Jul 2020
radarbali
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Sesak Napas, Peluk Cewek di Kamar Kos, Bule Australia Meninggal Dunia

03 Juni 2020, 14: 15: 59 WIB | editor : ali mustofa

sesak napas, peluk cewek, kamar kos, bule australia, meninggal dunia, polres badung

Petugas BPBD Badung mengevakuasi jasad korban dari kamar kos di Desa Munggu, Badung, Rabu pagi. (Istimewa)

Share this      

MANGUPURA – Seorang warganegara asing (WNA) berkebangsaan Australia berinisial DD Wil J dilaporkan meninggal dunia di kamar kosnya.

Kejadian yang menimpa pria berusia 55 tahun itu terjadi pada Rabu (3/6) sekitar pukul 05.00 pagi di Banjar Dukuh Pandean, Desa Munggu, Badung. 

Kasubag Humas Polres Badung, Iptu Oka Bawa menerangkan, sebelum menghembuskan napas terakhirnya, korban sempat mengeluh sesak nafas.

Awalnya, Selasa (2/6) sekitar pukul 23.00, korban sempat mengeluh sakit sesak napas. Selanjutnya pasangan korban bernama Eka Surtika, 29 mememberikan obat sesak napas kepada korban.

"Setelah beberapa jam kemudian korban kembali sesak napas dan memeluk perempuan yang bersamanya, kemudian meninggal dunia," terang Iptu Oka Bawa, Rabu (3/6).

Selanjutnya, pasangan korban memberitahukan hal itu kepada pemilik kos bernama I Made Moni. Pemilik kos juga melaporkan kejadian itu kepada kelian dinas setempat.

Selanjutnya, Rabu (3/6) sekitar pukul 03.00 tim medis dari puskesmas setempat mendatangi lokasi kejadian dan memeriksa kondisi korban. Saat itu dipastikan bahwa korban sudah tak bernyawa.

Tidak berselang lama sekitar pukul 04.30 wita, petugas BPBD Kabupaten Badung pun mendatangi lokasi kejadian untuk mengevakuasi jasad korban.

Namun sempat kesulitan. Pasalnya, posisi kamar korban berada di lantai dua. Sedangkan bobot tubuh korban cukup besar.

Setelah dilakukan beberapa upaya, jasad korban akhirnya berhasil diturunkan. Jasad korban kemudian dievakuasi ke RSUP Sanglah Denpasar. 

"Para petugas yang mengevakuasi jasad korban mengenakan alat pelindung diri yang lengkap sesuai dengan protokol Covid-19. Untuk penyebab meninggalnya korban masih menunggu hasil medis," tandas Iptu Oka.

(rb/mar/mus/JPR)

 TOP