alexametrics
Kamis, 09 Jul 2020
radarbali
Home > Dwipa
icon featured
Dwipa

GTTP Covid-19 Sebut Dua Pasien Corona Meninggal Ada Penyakit Penyerta

Klaster Penularan Berubah, Beralih ke PPDD

26 Juni 2020, 05: 15: 59 WIB | editor : ali mustofa

wabah corona, virus corona, gtpp covid-19 denpasar, pasien covid-19 meninggal, penyakit penyerta

Jubir GTPP Covid-19 Denpasar Dewa Gede Rai (Istimewa)

Share this      

DENPASAR – Kasus positif Covid-19 di Bali kembali bertambah. Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 mencatat kenaikan kasus positif sebanyak 1.214 orang.

Sementara pasien sembuh bertambah 11 orang menjadi 657orang. Untuk pasien meninggal bertambah dua orang menjadi 11 orang.

Dua orang yang meninggal ini diketahui dari Denpasar. Satu pasien meninggal pada 9 Juni lalu, tapi baru diakui GTPP Covid-19 sebagai pasien corona setelah hasil swab keluar.

Juru Bicara GTPP Covid-19 Bali Dewa Gede Rai menyatakan, satu orang yang meninggal tersebut baru resmi dinyatakan masuk Covid-19.

Sedangkan satu lagi merupakan pasien yang sudah meninggal 20 Juni lalu, namun hasil test swabnya baru keluar 23 Juni lalu. 

Dewa Rai menambahkan, per kemarin, GTPP Covid-19 Kota Denpasar mencatat penambahan pasien positif sebanyak 17 orang, pasien sembuh 4 orang, dan 2 orang meninggal.

"Dua orang pasien Covid-19 di Kota Denpasar meninggal dunia, keduanya masing-masing berasal dari Kelurahan Dangin Puri laki laki umur 49 tahun dengan riwayat hipertensi

meninggal dunia tanggal 20 Juni. Satu lagi pasien laki-laki berusia 31 tahun berdomisili di Kelurahan Kesiman yang sebelumnya sudah dinyatakan meninggal sejak 9 Juni lalu,” katanya.  

Dewa Rai menjelaskan, jika melihat dari data kasus Covid-19 Kota Denpasar saat ini memang perkembangan kasus positif kembali melejit yang didominasi kasus baru dengan riwayat perjalanan dalam daerah.

Klaster baru inilah yang patut kita waspadai bersama, mengingat adanya mobilitas penduduk yang cukup tinggi di Kota Denpasar.

“Terjadi penambahan kembali, namun klasternya cenderung berubah. Di mana kasus baru dari pelaku perjalanan dalam daerah (PPDD), dan ini harus kita waspadai dengan penerapan protokol kesehatan yang lebih ketat dan disiplin lagi,” jelasnya.

Melihat perkembangan kasus  ini Dewa Rai kembali mengingatkan agar semua pihak ikut berpartisipasi untuk mencegah penularan Covid-19 tidak semakin meluas.

Selain kasus positif, keberadan Orang Tanpa Gejala (OTG) hasil tracking tim juga mengalami peningkatan dan menjadi ancaman penularan baru. Untuk itu perlu  tetap meningkatkan kewaspadaan. 

Secara kumulatif Dewa Rai, menjelaskan kasus Covid 19 di Kota Denpasar sebanyak 414 kasus positif. Rincianya adalah 144 sembuh, 7 orang meninggal dunia, dan 263 orang masih dalam perawatan.

Sementara keberadaan  Orang Tanpa Gejala (OTG) hasil tracing GTPP secara kumulatif sebanyak 1.467 kasus, namun  dinyatakan sehat setelah isolasi mandiri 508, sehingga tersisa 959 OTG.

Orang Dalam Pemantauan (ODP) secara akumulatif tercatat 321 kasus, namun sudah menjalani isolasi mandiri dan dinyatakan sehat sebanyak 277, sehingga masih tersisa 44 ODP. 

Dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) secara akumulatif sebanyak 113 kasus, namun 41 orang sudah  dinyatakan negatif setelah menjalani Swab Test, sehingga tersisa 72 yang berstatus PDP. 

(rb/feb/mus/JPR)

 TOP