alexametrics
Kamis, 09 Jul 2020
radarbali
Home > Dwipa
icon featured
Dwipa

[Lagi ] Teladani Ajaran Bung Karno, Sudirta Bantu Penyandang Cacat

Sudah Serahkan 11,6 Ton Beras Selama Corona

27 Juni 2020, 20: 02: 08 WIB | editor : Didiek Dwi Praptono

wabah Corona, Covid-19, bulan bung Karno, Penyandang cacat, disabilitas, wayan Sudirta, KORdem Bali, warga miskin, bantuan beras,

Nengah Saken (duduk) menerima sumbangan beras dan uang dari Wayan Sudirta, Anggota DPR RI, yang diserahkan oleh Tenaga Ahli, Wayan Ariawan, SH, serangkaian bulan Bung Karno (Istimewa)

Share this      

KARANGASEM-Meneladani sikap kegotongroyongan sebagai bagian dari ajaran Proklamator RI Bung Karno, Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Bali I Wayan Sudirta SH kembali melakukan aksi sosial.

Kali ini, anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI Dapil Bali, ini memberikan bantuan bagi krama atau warga disabilitas (cacat) yang terdampak pandemic Covid-19 (Corona) di 12 desa di 5 kecamatan di Karangasem.

Kelima kecamatan itu, yakni meliputi Kecamatan Rendang, Selat, Sidemen, Manggis, dan Karangasem.

Dibantu para relawan, tenaga ahli DPR RI, Pengurus KORdEM, pengurus PDI Perjuangan di kecamatan dan desa, pada Jumat (26/6), Sudirta kembali menggelontor 2 ton beras

Khusus di Desa Manggis,  melalui perwakilan dan didampingi Bendesa Adat dan Pengurus PDI Perjuangan Kecamatan Manggis, Wayan Suita Ariana, Sudirta menyerahkan bantuan beras bagi tiga warga penyandang disabiltas dan kurang mampu.

Ketiga warga penyandang disabilitas itu yakni pertama di rumah I Tumpek, 62. Sebelum menerima bantuan, pria yang sejak lahir mengalami kebutaan dan hidup bersama saudara dan adik ipar perempuannya itu harus berjuang untuk menyambung hidup sebagai perajin keset dari sabut kelapa.

 ‘’Kalau ada yang perlu, saya jual, dan uangnya untuk beli beras dan lainnya,. Hasilnya tidak seberapa, dan sudah lama tidak ada yang membeli,’’ kata Tumpek, yang tinggal di rumah sangat sederhana, bertembok dan lantai tanah, yang compang camping disana sini.

‘”Saya belajar ini saat sekolah di Dria Raba, Denpasar,’’ ujarnya.

Selanjutnya, warga kedua yakni I Saken. Penyandang disabilitas dengan kedua tangan dan kaki tidak utuh itu kini tinggal bersama dengan anak laki-lakinya yang masih duduk dibangku SD di sebuah kaki bukit.

Sebelum tersentuh bantuan, Saken berjuang menyambung hidup dengan dibantu oleh saudaranya.

“Dulu saya bekerja serabutan di daerah wisata Kuta, tetapi sekarang sudah tidak bisa lagi,’’ ujarnya.

Ketiga, yakni Men Toya, 70. Nenek renta penyandang tuna netra ini tinggal di rumah bersama suaminya.

Ia mengalami kebutaan sejak 16 tahun lalu. Untuk menyambung hidup, Nenek Toya hanya bergantung dari suaminya yang bekerja sebagai perajin anyaman kurungan ayam dari bambu. Rumahnya berada di kaki bukit yang hanya bisa dilintasi melalui jalan setapak, agak licin dan harus mendaki. 

Karena perkawinan mereka tidak mendapat anak, Men Toya dan suaminya dirawat oleh keponakannya, yang menetap langsung di pekarangan rumah dalam tegalan tersebut. Tidak ada listrik, airnya berasal dari air hujan, rumahnya bertembok bata sederhana, kamar tidurnya lembab dan semrawut bersama keranjang ayam yang dikerjakan suaminya.

‘’Kami menyampaikan terimakasih kepada Pak Sudirta, atas titipan ini, semoga beliau selalu sehat dan diberi rezeki terus menerus untuk berbagi,’’ kata Men Toya.

Sementara itu, selain memberikan bantuan beras, sejak tahun 2003, Sudirta dan sejumlah aktivis pendiri KORdEM Bali telah berjuang dan melakukan pendampingan bagi puluhan warga miskin yang cacat, sakit lumpuh layu, kulit bersisik, jatuh dari pohon kelapa atau pohon cengkeh saat jadi buruh petik; untuk mendapatkan pengobatan gratis di rumah sakit.

“Kita tegaskan lagi, sumbangan kecil ini hanya untuk membantu meringankan kesulitan warga, bentuk kegotongroyongan yang diajarkan Bung Karno maupun para leluhur kita di Nusantara ini,’’ ujar Sudirta.

Seperti diketahui, selama wabah pandemic Covid-19, hingga saat ini, Sudirta telah menyerahkan sebanyak 11,636 ton beras bagi warga terdampak di kabupaten Karangasem, Jembrana, Tabanan, Badung dan Bangli

(rb/pra/pra/JPR)

 TOP