alexametrics
Kamis, 09 Jul 2020
radarbali
Home > Politika
icon featured
Politika

AMD : RUU HIP Justru Memposisikan Pancasila Turun

28 Juni 2020, 18: 45: 59 WIB | editor : Didiek Dwi Praptono

RUU HIP, Tolak RUU HIP, Anak Milenial Denpasar, AMD, Cawali Denpasar, Agung Manik Danendra, Tokoh Puri,

TOLAK RUU HIP : Tokoh Puri Tegal Denpasar Pemecutan Agung Manik Danendra (AMD) (Zulfika Rahman)

Share this      

DENPASAR-Rancangan Undang Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) hingga saat ini masih menuai pro dan kontra di masyarakat.

Hadirnya RUU HIP ini dinilai tidak tepat dibahas di tengah masa pandemic Covid-19. Sebab, hal itu bukanlah menjadi urgensi untuk dibahas saat ini.

Oleh karena itu, RUU HIP menuai sejumlah tanggapan dan polemik dari berbagai tokoh.

Salah satunya, tokoh Puri Tegal Denpasar Pemecutan Agung Manik Danendra (AMD).

Sebagai orang yang pernah memenangi lomba Pemasyarakatan Dan Pembudayaan Pedoman Penghayatan Dan Pengamalan Pancasila (P4) Tingkat Nasional Tahun 1994, ia menolak RUU HIP tersebut.

“Ini membicarakan soal RUU HIP yang saat ini menuai protes sampai aksi demo, kalau menurut saya, saya tidak setuju dibuatkan RUU HIP. Bahkan RUU ini malah sudah masuk Prolegnas 2020, berarti itu kan urgen sekali, kenapa dari DPR itu menerima usulan itu,” tegasnya.

Semestinya kata AMD, di tengah pandemi tidak perlu membahas hal yang membuat gejolak di masyarakat. Semestinya DPR RI lebih fokus dalam penanganan covid-19 yang sangat diharapkan masyarakat.

Menurutnya, Pancasila bukan dasar hukum.

“Pancasila adalah sumber dari segala sumber hukum. Dasar hukumnya adalah UUD 45, nah kenapa dengan adanya RUU HIP Pancasila seoalah dibawa lagi turun ke bawah dibuat dengan satu undang-undang,” ujarnya heran.

Dengan adanya RUU HIP tersebut kata dia, sudah sangat salah. Dia pun menjelaskan secara gamblang, bahwa roh Pancasila itu adalah Majapahit yakni Nagarakretagama, negara dengan tradisi adat yang suci.

“Banyak polemik yang mengatakan bahwa Pancasila lahir tanggal 1 Juni, saya tidak sependapat. Belum lahir itu, baru ide saja kok baru ide sudah lahir, lahirnya 18 agustus 1945. Memang ide dasar Bung Karno menyampaikan 1 Juni tetapi diresmikannya kan 18 Agustus, yang menyebut dasar kita itu adalah Pancasila. Sumber dari nilai-nilai pancasila itu adalah rohnya dari majapahit.

Dalam Negarakretagama ada istilah Pancasila Krama sebagai sendi lahirnya Pancasila, sedangkan semboyan Bhinneka Tunggal Ika diambil dari Kitab sutasoma saat zaman Majapahit,” jelas AMD.

Dia menambahkan, Pancasila tidak masuk dalam hirarki undang-undang mengingat hirarki dari undang-undang itu adalah UUD 45.

“Nilai roh dari semuanya ya Pancasila. Nah itu yang saya tidak pahami nilai konsepnya dari pihak legislator DPR RI. Kenapa membuat RUU ini, tidak perlu diotak atik, kita bereskan covid dulu lah, itu yang harus dikonsentrasikan,” pungkasnya. (arb)

(rb/zul/pra/JPR)

 TOP