alexametrics
Kamis, 09 Jul 2020
radarbali
Home > Dwipa
icon featured
Dwipa

Karangasem Tambah 5 Kasus, Bidan di Pustu Abang Positif Covid-19

29 Juni 2020, 06: 15: 59 WIB | editor : ali mustofa

wabah corona, virus corona, karangasem, tambah 5 kasus, bidan, positif covid-19, pustu abang, gtpp covid-19 karangasem

Ilustrasi rapid test (Adrian Suwanto/Radar Bali)

Share this      

AMLAPURA - Kasus penyebaran Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) di Karangasem terus bertambah.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Karangasem kemarin melaporkan ada penambahan lima pasien baru.

Salah satu di antaranya adalah seorang bidan yang bertugas di Puskesmas Pembantu (Pustu) Desa Ababi, Abang, Karangasem.

Hal ini dibenarkan Perbekel Ababi I Wayan Siki. Bahkan, Siki telah mengeluarkan surat yang ditujukan kepada warga agar yang sempat kontak dengan sang bidan untuk melapor ke kepala dusun masing-masing.

Untuk diketahui bidan tersebut tinggal di Desa Bungaya Kangin, Bebandem. Bidan tersebut berasa dari Desa Duda Utara, Selat, Karangasem.

“Kami berharap masyarakat yang sempat kontak dengan bidan bersangkutan untuk jujur dan melaporkan hal ini kepada Kepala Dusun atau Kawil,” ujar Siki.

Hal ini dilakukan untuk menekan penyebaran virus tersebut lebih luas. Dirinya juga minta warganya untuk terbuka menyampaikan hal itu.

Bidan bersangkutan berusia sekitar 35 tahun dan dinyatakan positif sesuai hasil swab yang diumumkan Jumat (26/6) lalu.

Sebelum dinyatakan positif, yang bersangkutan sempat tidak masuk kerja selama tiga hari berturut turut. 

Dari hasil tracing yang dilakukan Babinsa Duda Utara Serma Nengah Taman, sang bidan yang positif ini karena transmisi lokal ditempat kerjanya.

Yang bersangkutan sempat kontak dengan pasien positif asal Desa Datah, Abang, Karangasem. Bidan tersebut tinggal bersama suaminya serta dua anaknya laki laki.

Yang bersangkutan selama ini juga belum sempat pulang ke kampung halamannya di Desa Duda Utara, Selat.

Sementara empat lainnya yang juga positif Covid-19 adalah warga Desa Pertima 2 orang, 1 orang dari Desa Nongan, dan 1 lagi dari Desa Seraya Barat.

Yang di Desa Nongan merupakan kasus transmisi lokal. Untuk diketahui, kasus transmisi lokal di Karangasem cukup dominan sebanyak 71 persen dan 29 persen berasal dari pelaku perjalanan luar negeri (PPLN).

“71 persen di antaranya berasal dari transmisi lokal,” ujar Putu Eka Putra Tirtana dari tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pemkab Karangasem. Saat ini, masih ada 35 pasien yang sedang masa perawatan.

(rb/tra/mus/JPR)

 TOP