alexametrics
Kamis, 09 Jul 2020
radarbali
Home > Dwipa
icon featured
Dwipa

Alami Stress, RS Klungkung Libatkan Psikiater Tangani Pasien Covid-19

Pasien Alami Stres Tinggi saat Masuk Isolasi

29 Juni 2020, 10: 45: 59 WIB | editor : ali mustofa

wabah corona, virus corona, pasien stres, rs klungkung, psikiater, pasien covid-19, masuk isolasi

Ilustrasi petugas berpakaian hazmat menjemput pasien covid-19 untuk diisolasi beberapa waktu lalu (Adrian Suwanto/Radar Bali)

Share this      

SEMARAPURA - Ada sebanyak enam orang pasien positif terpapar Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) yang dirawat di RS Klungkung dinyatakan sembuh kemarin sehingga diperolehkan pulang.

Total saat ini masih ada 40 pasien positif Covid-19 yang dirawat di RS Klungkung. Meski secara umum mereka dalam kondisi baik, namun beberapa di antaranya sempat mengalami stres dan depresi.

Sehingga pihak RS Klungkung berencana untuk melibatkan psikiater dalam tim Penanganan Covid-19 di RS Klungkung.

Direktur RS Klungkung dr. I Nyoman Kesuma mengungkapkan, mereka yang terkonfirmasi positif terpapar virus corona tidak semua dalam kondisi baik saat mulai menjalani isolasi di RSUD Klungkung.

Lantaran berstatus orang tua dengan anak yang masih kecil dan beberapa juga ada yang berstatus anak dengan orang tua yang sudah renta, beberapa di antara pasien positif Covid-19 itu mengalami stres dan depresi.

“Ada yang tidak mau makan, pusing-pusing dan susah buang air besar karena stres dan depresi. Untungnya tidak sampai ada yang menangis,” ungkapnya.

Melihat kondisi pasien yang seperti itu, petugas kesehatan yang tergabung dalam tim Penanganan Covid-19 di RS Klungkung berupaya memotivasi mereka agar bisa bangkit sehingga bisa segera sembuh.

Sebab, menurutnya, kondisi batin sangat mempengaruhi kecepatan kesembuhan pasien. “Sekarang sudah mulai membaik. Sudah mau makan,” jelasnya.

Melihat tingkat stres pasien positif corona cukup tinggi, terutama di awal-awal menjalani perawatan, dia mengaku telah mencoba melakukan berbagai upaya untuk meredakan stres para pasien.

Mulai dari memasang Wifi agar pasien bisa berkomunikasi dengan mudah dan mencari hiburan di internet. Selain itu, dia juga sudah memasang televisi di ruang isolasi.

“Tim juga berupaya menempatkan pasien yang masih ada hubungan keluarga bisa ditempatkan di ruangan yang sama sehingga tidak berasa sendiri,” bebernya.

Lebih lanjut untuk ke depannya, dia mengaku berencana untuk melibatkan psikiater dalam tim Penanganan Covid-19 di RSUD Klungkung.

Sehingga pasien yang mengalami stres dan depresi bisa tertangani dengan benar sehingga bisa dengan cepat lepas dari rasa stres.

“Sehingga bisa cepat sembuh. Hari ini ada enam pasien yang hasil swabnya negatif dua kali berturut-turut segingga sudah diperbolehkan pulang,” tandasnya. 

(rb/ayu/mus/JPR)

 TOP