alexametrics
Kamis, 09 Jul 2020
radarbali
Home > Ekonomi
icon featured
Ekonomi

Harga Garam Kusamba Tinggi, Bupati Suwirta Kumpulkan Para Petani

Harap Tidak Bersaing di Branding tapi Harga

29 Juni 2020, 13: 45: 59 WIB | editor : ali mustofa

garam kusumba, harga tinggi, petani garam, branding garam kusumba, bupati suwirta

Garam Kusumba beryodium yang dipasarkan di kalangan terbatas di Klungkung (dok.radarbali)

Share this      

SEMARAPURA - Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta dalam waktu dekat ini akan mengumpulkan para petani garam Kusamba untuk membahas harga garam tradisional desa tersebut.

Pasalnya, harga garam Kusamba terbilang cukup tinggi sehingga berpengaruh terhadap harga garam yodium Kusamba yang kini sedang Pemkab Klungkung coba pasarkan.

Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta mengungkapkan, harga garam Kusamba saat ini berkisar Rp 10 ribu per kg.

Dengan adanya program inovasi untuk mengolah garam tradisional Kusamba menjadi garam beryodium, menurutnya, harga ekonomis yang tepat itu garam beryodium Kusamba tersebut mencapai Rp 5.500 per 250 gram.

“Per kemasan itu kan beratnya sekitar 250 gram,” katanya. Bila dibanding dengan garam beryodium lainnya, menurutnya, harga garam beryodium Kusamba terbilang cukup tinggi.

Sehingga ada kekhawatiran garam tersebut akan sulit bersaing di pasaran. Untuk itu pihaknya berencana untuk mengumpulkan para petani garam di Desa Kusamba.

“Kami akan kumpulkan segera untuk membahas masalah harga ini. Setidaknya kami bisa beli dari petani Rp 7 ribu per kg sehingga garam beryodium Kusamba bisa dijual dengan harga yang bersaing,” ujarnya.

Menurutnya, harga Rp 7 ribu per kg merupakan harga yang wajar. Apalagi garam yang dibeli dari petani nantinya jumlahnya cukup besar, yakni hingga hitungan ton.

Hanya saja bila petani tidak berkenan turun harga, pihaknya tidak akan mempermasalahkan itu dan tetap melanjutkan inovasi garam beryodium Kusamba tersebut.

“Ketika tidak bisa bersaing di harga, tentunya kami akan lebih ke branding. Mengingat garam Kusamba sudah sangat terkenal lantaran memiliki rasa yang khas. Bahkan sampai dikenal hingga ke mancanegara,” tandasnya.

Untuk diketahui, garam produksi petani garam di Desa Kusamba sejak dulu sudah terkenal bahkan hingga ke mancanegara lantaran kekhasan rasanya.

Apalagi garam Kusamba juga kerap menjadi oleh-oleh para wisatawan saat berkunjung ke tempat penggaraman.

Sehingga tidak heran bila harga garam Kusamba jauh lebih mahal dibandingkan dengan garam tradisional lainnya.

Meski cukup terkenal dan banyak dikonsumsi masyarakat sehari-hari, garam tersebut tidak mengandung yodium sama sekali. Sementara tubuh manusia butuh asupan yodium.

Oleh karena itu, Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta memiliki inovasi untuk membuat garam Kusamba yang mengandung yodium.

Saat ini garam tersebut baru bisa dinikmati oleh kalangan terbatas seperti PNS di lingkungan Pemkab Klungkung. Ini karena izin edar garam beryodium Kusamba tersebut masih dalam proses. 

(rb/ayu/mus/JPR)

 TOP