alexametrics
Kamis, 09 Jul 2020
radarbali
Home > Metro Denpasar
icon featured
Metro Denpasar

Picu Corona, Cluster Perjalanan Dalam Negeri dan Pasar Jadi Perhatian

29 Juni 2020, 23: 15: 59 WIB | editor : ali mustofa

wabah corona, virus corona, cluster pasar, cluster ppdn, gtpp covid-19 denpasar

Petugas menyemprotkan disinfektan di Pasar Kumbasari setelah pedagang ikan terpapar Covid-19. (Adrian Suwanto/Radar Bali)

Share this      

DENPASAR - Cluster pasar menjadi perhatian besar dalam penyebaran kasus Covid-19 terutama di Kota Denpasar.

Masalahnya orang yang terkena dari cluster pasar menular ke keluarga dan cluster perjalanan dalam daerah.

Hal ini dibuktikan dengan banyaknya Orang Tanpa Gejala (OTG) yang setelah dilaksanakan swab tes dinyatakan Positif Covid-19.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kota Denpasar I Dewa Gede Rai menjelaskan, dua cluster baru yakni cluster kasus baru dengan

riwayat perjalanan dalam daerah serta cluster pasar yang menular ke keluarga menjadi catatan serius GTPP Covid-19 saat ini.

“Jika dilihat data kasus, untuk cluster pasar memang saat ini sudah menurun, namun demikian penularan di keluarga memang masih terjadi dan sulit dibendung.

Hal ini memerlukan kerjasama seluruh masyarakat, jadi kita wajib mengetahui dan peduli dengan riwayat anggota keluarga, sanak saudara sekitar ataupun tetangga,

serta lebih disiplin lagi dalam menerapkan protokol kesehatan, khususnya di lingkungan keluarga dan rumah tinggal,” ujar Dewa Rai.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa kewaspadaan masyarakat bukan berarti menutup segala pergerakan, melainkan tetap bisa beraktifitas, namun dengan sebuah kebiasaan baru.

Yakni menerapkan protokol kesehatan dengan menjaga jarak, menggunakan masker, rajin mencuci tangan serta menghindari kerumunan.

“Itu (Protokol Kesehatan) merupakan satu paket, satu kesatuan yang utuh yang wajib diterapkan saat beraktifitas dimanapun dan kapanpun selama kasus Covid-19 ini masih ditemukan,

sehingga masyarakat tetap bisa aman beraktifitas baik itu bekerja dan berjualan  dengan saling menjaga sesama,” jelasnya

Dewa Rai menambahkan, penemuan OTG saat ini masih terus terjadi. Bahkan, jumlah OTG untuk 1 orang positif Covid-19 bisa mencapai puluhan orang.

Sehingga kembali diingatkan untuk lebih disiplin menerapkan protokol kesehatan, termasuk di rumah tinggal dan keluarga.

“Penerapan standar adaptasi kebiasaan baru di tempat umum sudah diterapkan, di perkantoran dan pelayanan publik juga sudah,

sekarang untuk memaksimalkan upaya pencegahan dan memutus penyebaran Covid-19, kami mengajak masyarakat untuk ikut menerapkan

protokol kesehatan mulai dari menggunakan masker, cuci tangan, dan untuk sementara waktu jaga jarak di rumah tinggal dan keluarga,” harap Dewa Rai.

“Jaga jarak yang dimaksud disini adalah ketika mengetahui riwayat mobilitas keluarga saat diluar rumah, alangkah baiknya

langsung mandi dan mengganti pakaian, mencuci tangan selanjutnya bisa kembali berkumpul dengan keluarga,” imbuhnya

(rb/feb/mus/JPR)

 TOP