alexametrics
Kamis, 09 Jul 2020
radarbali
Home > Metro Denpasar
icon featured
Metro Denpasar

7 Dokter Terpapar Covid-19 Dirawat di RS PTN Unud, Begini Kondisinya

Naik Karena Sampel yang Diperiksa Banyak

01 Juli 2020, 08: 43: 13 WIB | editor : ali mustofa

wabah corona, virus corona, tim medis, positif covid-19, rs ptn unud, sampel naik, kasus naik

Direktur RS PTN Unur, Prof dr Putu Gede Purwa Sumatra, Sp.S(K) (Ni Kadek Novi Febriani/Radar Bali)

Share this      

DENPASAR - Rumah sakit pusat penanganan Covid-19 di Bali, RS Perguruan Tinggi Negeri (PTN) Universitas Udayana (Unud) saat ini sedang merawat tujuh dokter yang terjangkit Corona. 

Para dokter dalam kondisi stabil, hanya satu dokter memiliki penyakit kencing manis. Menurut Direktur RS PTN Unud Prof dr Putu Gede Purwa Sumatra Sp.S(K), 7 dokter itu adalah dokter spesialis kandungan, penyakit dalam, dan dokter umum.

Mereka adalah para dokter yang praktik di RS Puri Bunda, BRSUD Tabanan, RS Karangasem, dan RS Puri Raharja.

"Dari dokter yang positif ini hanya satu yang kencing manis, karena usia dan sudah stabil kondisinya," ujar dr. Purwa Sumatra.

Diakuinya, grafik kasus positif terus naik karena jumlah alat pemeriksaan yang bertambah. Sehingga jumlah sampel yang bisa diuji juga banyak. 

Jumlah kasus naik signifikan sejak bulan Mei dan Juni. Selain itu dari 80 pasien yang dirawat di rumah sakit yang beralamat di Jimbaran, Badung, hanya delapan orang yang pasien dalam pengawasan (PDP) belum pasti tapi masih menunggu hasil uji swab. 

"Bulan Juni memang naik. Apalagi laboratorium PCR Unud bekerja maksimal, RSUP Sanglah juga optimal. Minggu depan Bali Mandara dan laboratorium daerah sudah berfungsi, pasti banyak ditemukan lagi,"jelasnya. 

Kendati demikian, jumlah pasien yang banyak ditemukan adalah kasus Orang Tanpa Gejala (OTG). Sehingga dengan tanpa gejala mereka dikarantina di tempat yang disediakan Pemerintah Provinsi Bali. 

Sementara yang dirawat di rumah sakit adalah pasien yang memiliki gejala panas, batuk, pneumonia, ada penyakit komorbid kencing manis dan hipertensi.

Tidak ada PMI (Pekerja Migran Indonesia) yang masih dirawat di rumah sakit, hampir semuanyan adalah transmisi lokal. 

Terkait permintaan uji swab pelaku perjalanan sangat tinggi. Sehari yang uji swab PCR di RS PTN Unud sekitar 30-50 orang.

Untuk yang rapid test tidak terlalu banyak karena sudah tersedia di puskesmas dan layanan kesehatan lainnya. 

Tarif uji swab tanpa subsidi harganya di atas Rp 1,6 juta, tapi pihaknya dapat subsidi dari pemerintah sehingga harga yang dipasang sekitar Rp 900 ribu. 

Kapasitas untuk pasien Covid-19  ada 97 tempat tidur. Saat ini terisi 80 orang ditambah ada tempat tidur cadangan.  

(rb/feb/mus/JPR)

 TOP