alexametrics
Selasa, 04 Aug 2020
radarbali
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal
Kasus Wik Wik di Pancoran Beji Kengetan Ubud

Pasangan Homo Dihukum Gelar Pecaruan, Polisi Amankan BB Minyak Pelicin

10 Juli 2020, 06: 15: 59 WIB | editor : ali mustofa

pasangan homo, pasangan gay, bikin resah, wik wik, pancoran beji, desa singakerta, diciduk polisi, polsek ubud, dihukum gelar pecaruan, bb minyak peli

Dua pasangan homo yang melakukan hubungan badan di beji Banjar Kengetan, Desa Singakerta, Ubud diamankan polisi. (Istimewa)

Share this      

UBUD – Kasus wik wik alias persetubuhan sesama jenis (homo) yang terjadi di sebuah beji (kolam pemandian) di Banjar Kengetan, Desa Singakerta, Ubud, membuat leteh (kotor) desa.

Apalagi lokasi kejadian adalah tempat umum yang dikeramatkan warga: Pancoran Pura Beji di Banjar Kengetan, Singakerta, Ubud.

Yang jelas, ulah kedua cowok hampir setengah abad tersebut membuat repot Desa Singakerta. Karena pihak desa menilai tindakan mereka telah membuat areal beji tercemar.

“Di beji juga sudah kami lakukan pecaruan untuk membuang segala kotoran akbat ulah keduanya,” ujar Wakil Bendesa Adat Kengetan, Desa Singakerta, Made Budiasa kemarin.

Yang jelas, pihak desa akan memberikan sanksi tegas kepada keduanya. Keduanya akan diberikan hukuman adat.

“Untuk pelakunya, nanti kalau ketemu akan kami kenakan sanksi adat untuk menyelenggarakan pecaruan karena memang pararem kami di sini seperti itu,” tegas Budiasa.

Kanitreskrim Polsek Ubud Iptu Wayan Gede Mudana mengatakan, kedua pasangan homo sementara masih dimintai keterangan di mapolsek.

Selain mengamankan keduanya, polisi juga menyita sejumlah barang bukti. Yakni dua unit motor dan kondom.

Untuk barang bukti kondom, satu bekas pakai dan satu masih utuh. Juga diamankan 2 botol minyak pelicin merek Vijel dan Tom. “Kasusnya masih didalami,” pungkasnya. 

(rb/dra/mus/JPR)

 TOP