alexametrics
Rabu, 23 Sep 2020
radarbali
Home > Radar Buleleng
icon featured
Radar Buleleng

Kremasi Pasien Meninggal Ditolak Warga, Terungkap Fakta Menyedihkan

Pasien Meninggal Karena Covid-19 di Sawan

10 Agustus 2020, 05: 15: 59 WIB | editor : ali mustofa

wabah corona, pandemi covid-19, pasien meninggal, kremasi ditolak warga, fakta menyedihkan, gtpp covid-19 buleleng

Prosesi pemakaman jenazah terkonfirmasi positif Covid-19 di Buleleng kemarin. (Eka Prasetya/Radar Bali)

Share this      

SINGARAJA - Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Buleleng mengumumkan satu kasus terkonfirmasi positif meninggal dunia. Pasien itu berasal dari Kecamatan Sawan.

Pasien tersebut dinyatakan meninggal pada pukul 08.00 Sabtu (8/8) lalu. Pasien diketahui sempat dirawat di salah satu rumah sakit swasta karena keluhan diabetes

Setelah pasien meninggal, keluarga meminta agar dilakukan proses kremasi. Rencananya kremasi akan dilakukan di Yayasan Pengayom Umat Hindu (YPUH) pada Sabtu sore.

Sayangnya terjadi aksi penolakan dari warga setempat. Warga menganggap tidak ada koordinasi pada aparat pemerintahan dan masyarakat setempat.

Sehingga warga sempat meminta petugas keluar dari areal krematorium. Padahal, proses kremasi itu telah mendapat rekomendasi dari gugus tugas.

Suyasa tak menampik bila ada penolakan tersebut. Menurutnya, penolakan itu terjadi karena warga khawatir pada potensi penularan.

Padahal, dari rekomendasi dokter forensik, kremasi justru menjadi cara paling efektif untuk mencegah penularan dalam proses pemulasaraan jenazah.

Terlebih kremasi dilakukan di ruang tertutup. Upaya kremasi juga disebut sudah sering dilakukan di luar Buleleng. Lantaran ada penolakan, jenazah akhirnya dikuburkan di setra desa adat tempat pasien itu bermukim.

“Sebenarnya jenazah sudah kami masukkan kantong jenazah yang berlapis. Kami masukkan dalam peti. Petinya pun sudah dilakukan disinfeksi.

Ini cara yang paling baik menurut dokter forensik kami. Kami sadari masyarakat mungkin belum paham terkait proses pemulasaraan jenazah.

Baik itu yang terkonfirmasi positif, probable, maupun suspek. Kami akan intensifkan sosialisasi ini pada masyarakat, biar tidak ada kegaduhan lagi,” tegas Sekretaris GTPP Covid-19 Buleleng, Gede Suyasa. 

(rb/eps/mus/JPR)

 TOP