alexametrics
Rabu, 23 Sep 2020
radarbali
Home > Travelling
icon featured
Travelling
Sumber Mata Air Pura Candi Kuning Penglatan

Jadi Wisata Religi, Airnya Dipercaya Sembuhkan Segala Macam Penyakit

12 September 2020, 02: 15: 59 WIB | editor : ali mustofa

sumber mata air, pura candi kuning, desa penglatan, wisata religi, sembuhkan segala penyakit

Kondisi jembatan desa yang dibangun Desa Penglatan Buleleng yang dapat menghubungkan ke Desa Petandakan. (Juliadi/Radar Bali)

Share this      

SINGARAJA – Pemerintah Desa Penglatan, Kecamatan Buleleng, Buleleng mulai mengembangkan wisata tirta (air) dengan membangun sebuah kolam petirtaan atau penglukatan.

Wisata tirta dilirik desa tersebut setelah ditemukan beberapa sumber mata air yang berada pada sebuah Pura Candi Kuning yang berada di Banjar Dinas Kajanan

“Ada sumber mata air berada di sekitar areal pura dari bebatuan paras. Nah, disana setiap piodalan desa digunakan sebagai lokasi penglukatan oleh warga.

Airnya dipercaya mampu membersihkan segala macam penyakit,” kata Perbekel Penglatan Nyoman Budarsa.

Menurut Nyoman Budarsa, sudah banyak wisata tirta sebenarnya di Bali yang berkembang. Salah satu Tirta Gangga, Karangasem atau Tirta Empul, Gianyar.

Seperti itulah yang ingin pihaknya kembangkan di desa Penglatan. Sejauh ini sumber mata air tersebut tidak hanya digunakan sebagai lokasi petirtaan, tapi juga airnya diambil untuk kebutuhan setiap hari warga.

Demikian pula banyak warga dari luar desa dan luar Buleleng yang datang melakukan prosesi penglukatan di sumber mata air tersebut.

“Saat ini kami sedang proses pembuatan kolam petirtaan dan penataan lokasi sekitar areal Pura Candi Kuning,” terangnya.

Diakui Budarsa, selain pembuatan kolam petirtaan wisata khusus nanti kegiatan religi, pihaknya juga sedang membenahi akses jalan menuju Pura Candi Kuning.

Dulunya warga harus memutar untuk menuju lokasi pura dimana lokasi sumber mata air tersebut.

Sekarang pihaknya sudah membangun jembatan semacam jalan yang menghubung antara Desa Petandakan dengan Desa Penglatan.

Sekaligus melakukan pelebaran jalan. Agar mudah akses jalan menuju pura dan kolam petirtaan

“Jembatan tersebut dengan panjang 52 meter dan tinggi 25 meter. Total anggaran yang kami keluarkan untuk pembangunan jembatan sekitar Rp 1,5 miliar

bersumber dana Bansos Provinsi Bali dan Rp 400 juta dari APBDes. Anggaran ini include dengan biaya pembangunan kolam petirtaan,” terangnya.

Budarsa menambahkan, dengan adanya pengembang wisata religi di desa bukan hanya mampu mendatangkan dampak ekonomi bagi warga desa, tapi juga meningkatkan PAD desa yang selama ini belum ada di desa. 

(rb/jul/mus/JPR)

 TOP