alexametrics
Rabu, 23 Sep 2020
radarbali
Home > Ekonomi
icon featured
Ekonomi

Jelang Galungan, Harga Komoditas di Badung Mulai Melonjak

13 September 2020, 09: 58: 08 WIB | editor : ali mustofa

hari raya galungan, harga komoditas, harga melonjak, diskopdag badung

Pedagang bumbu melayani pembeli. Harga sejumlah komiditi naik menjelang hari raya Galungan. (dok.radarbali)

Share this      

MANGUPURA­ – Menjelang perayaan Hari Raya Galungan dan Kuningan sejumlah barang komoditas atau kebutuhan pokok mengalami kenaikan. Lonjakan harga ini dipicu permintaan yang tinggi.

Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan Kabupaten Badung I Made Widiana, mengakui harga sejumlah komoditas mengalami kenaikan menjelang hari raya Galungan.

Kendati begitu, dia memastikan kenaikannya tidak menimbulkan gejolak di pasaran. “Betul ada kenaikan harga, tapi masih batas normal.

Kenaikan ini karena permintaan pasar yang melonjak menjelang Galungan, dibandingkan ketersediaan barang,” ujar Widiana.

Kata dia, secara umum kenaikan harga barang tidak hanya mencapai 10 persen. Bahkan, ada beberapa komoditas yang justru turun.

Seperti, bawang putih dari Rp 24.000 per kilogram, menjadi Rp 23.000 per kilogram. Daging sapi juga turun dari Rp 125.000 per kilogram rata-rata kini Rp 110.000 per kilogram hingga 120.000 per kilogram.

Namun yang naik harga daging ayam dari Rp 28.000 naik menjadi Rp 35.000 per kilogram, termasuk juga daging babi dari Rp 50.000 per kilogram jadi Rp 70.000 per kilogram.

“Ini murni karena lonjakan permintaan,” bebernya. Namun, pihaknya  tidak melaksanakan sidak harga kebutuhan pokok menjelang Hari Raya Galungan. Hal ini dikarenakan karena pandemi covid019.

“Kami tidak menurunkan tim untuk memantau harga, karena pandemi Covid-19 ini. Kami telah bekerjasama dengan pihak pengelola pasar agar tiap hari melaporkan pergerakkan harga barang,” jelasnya.

Namun,  stok babi dalam memenuhi kebutuhan saat hari Raya Galungan masih aman. Berdasar data saat ini ada sekitar 4.500 ekor babi yang siap potong tersebar di masing-masing kecamatan.

“Berdasar hasil monitoring di lapangan langsung ke peternak dan koordinasi dengan GUPBI, memang pasca wabah ASF, populasi babi turun drastis, namun untuk stok Hari Raya Galungan  masih cukup tersedia,” terangnya.

Imbuhnya,  berkaca pada kebutuhan daging babi pada perayaan sebelumnya sebanyak 1.758 ekor.

“Sesuai catatan data jumlah babi yang dipotong Hari Raya Galungan sebelumnya sebanyak 1.758 ekor, jadi stok babi di masyarakat masih cukup aman,” pungkasnya. 

(rb/dwi/mus/JPR)

 TOP