alexametrics
Rabu, 23 Sep 2020
radarbali
Home > Dwipa
icon featured
Dwipa

Lagi! Sudah Meninggal Bulan Lalu, Baru Umumkan Positif Corona Hari Ini

GTPP Berdalih karena Tunggu Keputusan Bersama

15 September 2020, 18: 15: 59 WIB | editor : Didiek Dwi Praptono

wabah Corona, Covid-19, GTPP Buleleng, Pemkab Buleleng, meninggal, pasien Corona meninggal, Prokes,

Juru Bicara GTPP Covid-19 Buleleng I Ketut Suweca (Eka Prasetya)

Share this      

SINGARAJA- Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Buleleng kembali mengumumkan dua kasus terkonfirmasi meninggal dunia, pada Selasa siang (15/9).

Lagi-lagi, meski dua tambahan kasus meninggal terkonfirmasi positif Covid-19 itu adalah kasus meninggal pada Agustus 2020 lalu, namun GTPP baru mengumumkan sekarang.

Seperti diungkap Juru Bicara GTPP Covid-19 Buleleng I Ketut Suweca.

Dijelaskan, sesuai perkembangan data harian, Suweca menyebutkan ada dua kasus terkonfirmasi meninggal dunia.

“Kasus meninggal sebanyak dua orang. Yaitu dari Kecamatan Buleleng. Ada juga kasus probable sebanyak satu orang. Yaitu dari Kecamatan Tejakula,” kata Suweca dalam keterangan pers yang diterima Jawa Pos Radar Bali.

Atas informasi tersebut, Jawa Pos Radar Bali melakukan penelusuran terhadap dua kasus meninggal dunia.

Hasil cross-check, kedua kasus memang diketahui telah meninggal dunia pada Agustus 2020 lalu. Hanya saja kasus tersebut baru diumumkan pada publik, siang tadi.

Kasus pertama, yakni seorang perempuan berusia 50 tahun. Pasien diketahui datang ke RSUD Buleleng pada 21 Agustus lalu. Pasien datang dengan keluhan muntah-muntah, mual, dan lemas. Pasien juga memiliki riwayat demam, dua hari sebelum dilarikan ke rumah sakit.

Hasil penelusuran tim medis, pasien memiliki riwayat penyakit diabetes sejak 10 tahun terakhir. Selama ini penyakit itu relatif terkontrol. Tiba-tiba penyakit itu menjadi kambuh. Bahkan menyebabkan jari pada kedua kaki pasien menghitam. Pasien dinyatakan meninggal pada 23 Agustus.

Sementara kasus kedua, yakni pasien laki-laki berusia 77 tahun. Pasien ini sempat memeriksakan diri ke salah satu RS Swasta di Singaraja pada 5 Agustus lalu. Saat itu pasien mengalami keluhan sesak nafas, demam, dan ditemukan pneumonia pada paru-paru.

Pasien kemudian disarankan melakukan rawat jalan.

Karena kondisinya tak kunjung membaik, pasien memilih memeriksakan diri ke RS Swasta lain. Masih di Kota Singaraja. Kali ini kondisi pasien menurun dengan cepat.

Kemudian, pada 12 Agustus, pasien dirawat di ruang ICCU karena gangguan irama jantung dan kondisi pernafasan yang makin berat.

Tim medis sempat melakukan rapid test dengan hasil reaktif. Pada 20 Agustus, pasien dinyatakan meninggal dunia. Kedua pasien telah dimakamkan dengan prosedur protokol kesehatan.

Sekretaris Sekretaris GTPP Covid-19 Buleleng Gede Suyasa yang dikonfirmasi terpisah tak menampik bila kedua kasus itu baru diumumkan.

“Kedua kasus itu tadinya masih dalam pertimbangan tim medis provinsi. Hari ini atas dasar keputusan bersama, kedua kasus itu masuk dalam kasus terkonfirmasi positif yang meninggal. Makanya kami rilis. Ketika belum ada keputusan bersama antara tim medis di kabupaten dengan provinsi, kami tidak bisa menganggap itu kasus meninggal karena covid. Apalagi hasil swab kan kadang baru seminggu keluar,” kata Suyasa.

(rb/eps/pra/JPR)

 TOP