alexametrics
Rabu, 23 Sep 2020
radarbali
Home > Dwipa
icon featured
Dwipa
Museum Semarajaya Klungkung

Tak Penuhi Standar Prokes, Renovasi Tertunda, Satu Ruangan Ditutup

16 September 2020, 10: 25: 59 WIB | editor : ali mustofa

pandemi covid-19, rasionalisasi anggaran, standar prokes, renovasi ditunda, satu ruangan ditutup, museum semaraja

Suasana Museum Semarajaya, Klungkung beberapa waktu lalu (Dewa Ayu Pitri Arisanti/Radar Bali)

Share this      

SEMARAPURA  - Wabah virus corona membuat Pemkab Klungkung terpaksa melakukan rasionalisasi anggaran.

Tidak sedikit kegiatan yang akhirnya ditunda dan ditiadakan agar anggaran untuk penanganan wabah tersebut bisa terpenuhi salah satunya kegiatan renovasi Museum Semarajaya, Klungkung.

Lantaran hal itu pula akhirnya salah satu ruangan di museum tersebut ditutup agar memenuhi standar penerapan protokol kesehatan.

Kepala UPTD Museum Semarajaya Cokorda Gede Nala Rukmaja menuturkan, masih ada sejumlah koleksi Museum Semarajaya yang tersimpan di tempat penyimpanan sampai saat ini.

Koleksi-koleksi itu belum dipajang lantaran museum itu memiliki ruangan yang terbatas. Untuk itu tahun ini direncanakan

dilakukan renovasi sehingga museum memiliki tempat yang lebih lapang untuk memajang koleksi-koleksi tersebut.

“Anggaran untuk renovasi itu sekitar Rp 40 juta yang bersumber dari APBD Klungkung,” kata Cokorda Gede Nala Rukmaja.

Hanya saja karena adanya wabah virus corona, Pemkab Klungkung terpaksa melakukan rasionalisasi anggaran untuk menanggulangi dampak wabah tersebut.

Bahkan, anggaran renovasi museum yang hanya Rp 40 juta akhirnya juga ikut terkena dampak sehingga tidak bisa dilakukan tahun ini.

“Karena terkena rasionalisasi, akhirnya tidak bisa dilakukan tahun ini,” ujarnya. Akibat penundaan kegiatan renovasi museum tersebut, tidak hanya sejumlah koleksi milik museum saja yang akhirnya masih harus bertahan di tempat penyimpanan.

Satu ruangan pameran pun akhirnya ditutup lantaran bila tetap dibuka akan tidak memenuhi standar penerapan protokol kesehatan.

Sebab untuk keluar masuk ruangan tersebut hanya bisa melalui satu pintu sehingga jaga jarak sulit untuk diterapkan.

“Ruangan yang ditutup itu ruangan pra sejarah. Sehingga koleksi-koleksi museum yang dipajang di ruang pra sejarah belum bisa dilihat pengunjung. Mudah-mudahan renovasinya bisa dilakukan tahun depan,” terangnya.

Lebih lanjut sejak objek wisata kembali dibuka untuk wisatawan domestik, Museum Semarajaya juga dibuka untuk wisatawan domestik. Hanya saja tingkat kunjungannya tidak seperti sebelum adanya wabah virus corona.

(rb/ayu/mus/JPR)

 TOP